Jakob Oetama Meninggal, JK: Kritik Pemerintah Tanpa Menampar

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 09 September 2020 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 337 2275081 jakob-oetama-meninggal-jk-kritik-pemerintah-tanpa-menampar-RPVLSzN7W6.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengenang mendiang pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama sebagai figur bersahaja. Semasa di pemerintahan, JK bercerita kerap mendapat kritik dari Kompas meskipun dirinya bersahabat baik Jakob Oetama.

"Iya gaya Kompas mengkritik tanpa menampar, jadi beberapa waktu baru terasa (kita) dikritik," ucap Kalla sebagaimana dikutip dari siaran langsung Kompas TV, Rabu (9/9/2020).

Menurut Kalla, Kompas juga selalu memberikan solusi di balik kritik yang disampaikannya. Tak ayal ketika dikritik Kompas pemerintah selalu mengintrospeksi diri.

"Jadi mengkritik tanpa menampar, itu tidak mudah, positif, dan memberikan solusi," jelas politikus Golkar itu.

JK mengaku sudah 40 tahun bersahabat dengan Jakob Oetama. Sejak dahulu, JK kerap diundang menjadi pembicara dalam forum yang diselenggarakan Kompas sebagai representasi dari Indonesia Timur. "Dengan Pak Jakob sudah saling berinteraksi 40 tahun," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama. Tokoh pers asal Magelang, Jawa Tengah, itu tutup usia pada Rabu 9 September 2020 di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, pada 27 September 1931. Mendiang adalah wartawan dan salah satu pendiri Surat Kabar Kompas.

Saat ini, Jakob Oetama merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini