Pesawat Berpenumpang 91 Orang Alami 'Masalah' Sistem Hidrolik di Langit Manado

Subhan Sabu, Okezone · Rabu 09 September 2020 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 337 2275033 pesawat-berpenumpang-91-orang-alami-masalah-sistem-hidrolik-di-langit-manado-1Ct0lqqMnS.jpeg Foto: Okezone

MANADO - Weris Airlines WRS 189 dengan tipe pesawat A 320 dari Kuala Lumpur menuju Manado yang membawa 85 orang penumpang dan 6 orang kru mengalami permasalahan pada sistem Hidrolik.

Pada ketinggian 10.0000 ft atau sekitar 20 mil dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, pilot menyatakan bahwa indikator hidrolik sistem menyala yang menandai adanya kegagalan fungsi pada sistem hidrolik dan meminta untuk terbang lebih rendah lagi.

Pilot pun memutuskan untuk holding selama 15 menit sambil memperbaiki sistem hidrolik. Setelah mendapat informasi dari pilot, petugas tower Airnav Indonesia langsung menghubungi watch room Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF).

ARFF langsung menginformasikan kepada seluruh personel serta menghubungi unit internal Bandara Sam Ratulangi Manado untuk meneruskan informasi tersebut kepada instansi eksternal terkait seperti Basarnas, Damkar Kota Manado dan Bea Cukai, Imigrasi dan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk bersiaga.

Meski permasalahan sistem hidrolik akhirnya berhasil diperbaiki, namun terdapat 2 orang penumpang yang pingsan karena suhu tubuh tinggi dengan temperature 38 dan 39 derajat.

Menindaklanjuti laporan cabin crew, pilot pun memutuskan untuk segera mendarat. Pesawat pun berhasil mendarat dengan normal dan kedua penumpang langung dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Peristiwa tersebut merupakan simulasi table top exercise yang digelar Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado secara virtual dengan melibatkan lebih dari 50 personel lintas instansi yang masuk dalam komite bandara, di antaranya Kantor Otoritas Bandara Wilayah VIII, Airnav , Basarnas, Bea Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dinas Kebakaran Kota Manado, dan unit internal terkait lainnya.

General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Minggus ET Gandeguai mengatakan kegiatan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan dan menguji kesigapan personel dalam mengantisipasi keadaan darurat dan dilaksanakan untuk menguji alur koordinasi, komunikasi, dan komando antar anggota komite dalam penangann keadaan darurat.

"Meskipun dalam kondisi saat ini kita harus melaksanakan table top exercise secara virtual, latihan ini merupakan bagian dari uji coba dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat yang kami lakukan secara periodik dan melibatkan anggota komite bandara," ujar Minggus, Rabu (9/9/2020).

Oleh karenanya, Minggus berharap seluruh pihak yang terlibat dapat berlatih secara serius agar jika terjadi suatu keadaan darurat di Bandara, semua pihak dapat memahami fungsi dan bagaimana alur komunikasinya.

Sementara itu, Kepala Kantor Badan SAR Nasional Manado, Suhri Noster Norbertus Sinaga, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan latihan yang telah berjalan baik meskipun beberapa kali terkendala koneksi yang kurang baik.

“Semoga ketika ada kejadian seperti ini, persiapan dan alurnya sudah dipahami dengan baik. Sebagai tambahan masukan untuk kedepannya meskipun dalam latihan alur komunikasi sebaiknya tetap memperhatikan waktu karena dalam penanganan kejadian seperti ini dibutuhkan kecepatan waktu," tambah Suhri.

Dalam simulasi tersebut juga memperlihatkan alur komunikasi antar unit maupun instansi serta gambaran kejadian melalui video, narasi dari pengisi suara, dan miniatur kendaraan. Komunikasi dilakukan tanpa adanya transkrip sehingga para pihak yang terlibat harus memahami alur koordinasi , komando, serta langkah yang harus diambil saat terjadi keadaan darurat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini