Ini Motif Prada MI Sebar Berita Hoaks hingga terjadi Perusakan Polsek Ciracas

Riezky Maulana, iNews · Rabu 09 September 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 337 2274869 ini-motif-prada-mi-sebar-berita-hoaks-hingga-terjadi-perusakan-polsek-ciracas-RuxulHdQ9u.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Seorang prajurit TNI Angkatan Darat (AD) Prada MI telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penyerangan Mapolsek Ciracas, dan wilayah sekitar Jakarta Timur Sabtu (29/8/2020) dini hari. Terdapat dua motif yang menyebabkan Prada MI menyebarkan berita bohong mengenai kecelakaan tunggal yang dialaminya.

Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen Dodik Widjonarko menuturkan, motif pertama dikarenakan yang bersangkutan takut diketahui oleh kesatuannya lantaran minum-minuman keras yang berakibat dirinya jatuh dari motor.

"Ada perasaan takut kepada satuan apabila diketahui sebelum kecelakaan lalu lintas tunggal itu yang bersangkutan minum minuman keras jenis anggur merah merek gold," kata Dodik di Mapuspomad, Jalan Medan Merdeka Timur, Rabu (9/9/2020).

 Baca juga: 50 Prajurit TNI AD Ditetapkan Tersangka Terkait Kasus Perusakan Polsek Ciracas 

Pengakuan Prada MI minum-minuman keras pun dikuatkan dengan pernyataan dua saksi yang diperiksa, yakni Prada AM dan Serka ZBH. Menurut Dodik, Prama MI sempat minum-minuman keras tersebut sebanyak 2 gelas.

"Keterangan saksi atas nama Serka ZBH dan Prada AM pada saat bersama minum-minum tersebut tersangka Prada MI diketahui hanya minum sebanyak 2 gelas," tuturnya.

 

Motif kedua, sambung Dodik, karena Prada MI merasa malu kepada pimpinan bilamana diketahui sebelum kecelakaan disebabkan minum minuman keras jenis anggur merah. Serta, Prada MI takut dan merasa bersalah karena merusak sepeda motor yang dipinjam dari atasannya.

"Karena akibat kejadian tersebut, sepeda motor jenis Honda Blade warna hitam yang dipinjamkan oleh pimpinannya mengalami rusak. Prada MI juga takut diproses hukum karena saat bawa motor tidak memiliki Sim C dan tidak membawa STNK," tururnya

Diberitakan sebelumnya, Puspomad telah memeriksa 81 personel dari 34 kesatuan yang ada di matra AD dalam kasus pengrusakan. Sebanyak 50 prajurit TNI AD telah ditetapkan tersangka dan ditahan.

"Yang sudah naik status menjadi tersangka dan ditahan 50 personel," kata Dodik di Mapuspomad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Dodik melanjutkan, Puspomad juga tengah melakukan pendalaman kepada 3 personel TNI AD terkait kasus pengrusakan Polsek Ciracas. Sementara itu, 23 prajurit lainnya telah dikembalikan ke kesatuan asalnya lantaran hanya menjadi saksi dalam kasus tersebut.

"Proses penyelidikan masih terus berjalan sesuai ketentuan hukum," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini