Usut Kasus Proyek RTH, KPK Periksa 14 Saksi di Polrestabes Bandung

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 08 September 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 337 2274411 usut-kasus-proyek-rth-kpk-periksa-14-saksi-di-polrestabes-bandung-OSG1XVuyQw.jpg Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Foto : iNews.id)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 14 saksi untuk mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengungkapkan seluruh saksi tersebut akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan atas tersangka Dadang Suganda (DS). Pemeriksaan dilakukan di Mapolrestabes Bandung.

"Pemeriksaan saksi-saksi yang diduga mengetahui adanya perbuatan pidana lain yang dilakukan tersangka DS," kata Ali, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Adapun ke-14 saksi itu adalah Warja Sunardi (buruh), Djamil Yusuf (wiraswasta), Epon Misan (ahli waris/ibu rumah tangga), Dedih (karyawan swasta), Ocoh (mengurus rumah tangga), Suhana (buruh), Rusdi (ahli waris), Rahmat Effendi (pensiunan), Hurip Purnama (karyawan swasta), Apong Tutih (wiraswasta), Nani (ibu rumah tangga), Cece (karyawan swasta), Habibah (ahli waris), serta Apon (ahli waris mengurus rumah tangga).

Dalam perkara ini, Dadang Suganda merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk RTH di Kota Bandung. Dadang diduga makelar tanah yang mendapatkan keuntungan sekira Rp30 miliar dalam proses jual-beli tanah untuk proyek RTH Bandung.

Atas perbuatannya, Dadang disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga : Besok, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wali Kota Bandung Terkait Kasus Lahan RTH

Sebelum Dadang, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini. Ketiganya adalah mantan Kadis Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bandung, Herry Nurhayat (NH); serta dua mantan anggota DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar (TDQ) dan Kadar Slamet (KS).

Baca Juga : KPK Panggil Ulang Wali Kota Bandung Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Lahan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini