Ada Pemeriksaan Treadmill, Paslon Pilkada Tak Boleh Lelah

Taufik Budi, Okezone · Selasa 08 September 2020 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 337 2274188 ada-pemeriksaan-treadmill-paslon-pilkada-tak-boleh-lelah-iexQb0956P.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

SEMARANG – Pasangan bakal calon yang akan bertarung pada Pilkada 2020 di Jawa Tengah menjalani pemeriksaan di RSUP dr Kariadi Semarang. Pemeriksaan berlangsung dua hari untuk memastikan kesehatan fisik maupun psikis atau kejiwaan.

“Hari pertama sebelum kita mulai pemeriksaan yang spesifik tentu saja adalah pemeriksaan psikologi, di sana ada tes tulis dan juga ada wawancara butuh waktu panjang,” kata Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan, DR.dr. Tjokorda Gde Dalem Pemayun. Sp.PD-KEMD, Selasa (8/9/2020).

“Setelah itu selesai, baru diteruskan dengan pemeriksaan yang paralel. Paralel itu terdiri dari penyakit dalam, telinga, mata, neurologi, dan lain-lain dalam enam kegiatan,” ungkapnya.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini melibatkan banyak petugas medis untuk menghindari kerumunan. Pemeriksaan juga dilakukan secara paralel dengan melibatkan petugas dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Oleh karena itu kegiatan ini harus bekerja bersama-sama supaya tidak terjadi kerumunan,” tandas dia.

“Pada hari yang pertama dan jam terakhir kita lakukan spirometri (salah satu metode pemeriksaan untuk mengevaluasi fungsi dan mendiagnosis kondisi paru-paru) dan atau treadmill. Kegiatan ini butuh perhatian fisik sehingga harus dipersiapkan Jangan sampai lelah,” cetusnya.

Pemeriksaan treadmill atau stress test, merupakan pemeriksaan untuk melihat kinerja jantung selama seseorang melakukan aktivitas fisik. Aktivitas ini akan memompa jantung lebih keras dan cepat, sehingga dapat membantu mengungkapkan adanya masalah aliran darah dalam jantung.

Pemeriksaan ini menggunakan alat treadmill dalam praktiknya, sehingga disebut sebagai pemeriksaan treadmill. Dalam pemeriksaan ini akan memantau irama jantung, tekanan darah, serta pernapasan para paslon.

“Kalau treadmill dari spirometri ini tidak rampung hari kedua, kita berikan kesempatan hari ketiga. Untuk kegiatan dari kedua dimulai dari pengambilan darah, dan ini juga berperanan dari BNN. Di samping mengambil sampel juga ada beberapa pertanyaan penting yang terkait dengan narkotika,” pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini