Mendiang Abdul Malik Fadjar Dikenal Inovatif dan Tegas

Abdul Rochim, Koran SI · Selasa 08 September 2020 08:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 337 2274181 mendiang-abdul-malik-fadjar-dikenal-inovatif-dan-tegas-vLQdFsgUVo.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kabar duka datang dari keluarga besar Muhammadiyah. Salah satu tokoh besar Muhammadiyah yang juga mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) dan Menteri Agama Abdul Malik Fadjar meninggal dunia pada Senin (7/9/2020) pukul 19.00 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta.

Kabar tersebut disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang juga anggota Komisi X DPR Prof Zainuddin Maliki.

"Iya betul meninggal. Saya mendapatkan kabar tersebut dari Prof Suyatno, Bendahara Umum PP Muhammadiyah yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung," kata Zainuddin Maliki kepada SINDOnews.

Dikatakan Zainuddin Maliki yang juga mantan rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, mendiang Malik Fadjar merupakan sosok yang memiliki kepribadian sangat baik dan memiliki andil besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membangun Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.

"Mulai kecil menjadi besar, dan sampai terakhir beliau masih ikut memberikan sentuhan-sentuhan terhadap Universitas Muhammadiyah Malang yang berkali-kali meraih predikat universitas swasta terbaik. Universitas Muhammadiyah Malang tidak bisa dilepaskan dari sentuhan Pak Malik Fadjar," tuturnya.

Dikatakan Zainuddin, Malik Fadjar adalah sosok yang senang mengajari para junior dan kadernya di Muhammadiyah untuk menjadi orang yang mandiri dan kerja keras. Selain itu, almarhum juga dikenal mempunyai langkah-langkah yang inovatif.

"Itu yang sudah dilakukan untuk membesarkan Universitas Muhammadiyah Malang," katanya.

Ketika menjadi Mendiknas, Zainuddin Maliki yang saat itu menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, mengaku pernah mendapatkan bantuan proyek Kampus Sehat yang diberikan Malik Fadjar bukan dalam bentuk dana, melainkan program pengembangan Kampus Sehat.

Baca Juga: Mengenang Sumbangsih Profesor Malik Fadjar untuk Indonesia

"Dan beliau sangat ketat di dalam menjalankan aturan. Jadi kalau ada misalnya larangan untuk membuka kelas jauh, beliau paling keras mengingatkan jangan sampai, terutama karena beliau berlatar belakang Muhammadiyah, beliau tidak ingin universitas-universitas Muhammadiyah tumbuh dengan cara tidak menaati aturan-aturan yang berlaku," katanya.

Selain itu, Malik Fadjar juga getol untuk menunjukkan bahwa umat Islam adalah umat yang berkemajuan. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan untuk melahirkan lembaga-lembaga yang tumbuh dan dibangun di atas landasan yang profesional, inovatif.

"Lembaga yang bersih tidak hanya secara fisik, tapi juga bersih secara spiritual. Lembaga-lembaga pendidikan, kesehatan di Muhammadiyah dibangun dengan akuntabel, tidak ada penyimpangan. Jadi itu manajemennya sangat rasional sehingga tumbuh menjadi lembaga yang bersih secara fisik dan spiritual. Itu beliau tunjukkan di Universitas Muhammadiyah Malang yang kampusnya megah, bersih, dan kemudian secara sisi akuntabilitasnya, semua proses manajemennya bisa dipertanggungjawabkan," tuturnya.

Zainuddin Maliki mengaku tidak mengetahui persis riwayat penyakit yang dialami Malik Fajar, namun meski sudah sangat sepuh dan cara berjalannya juga sudah tidak lagi tegap, namun sebelum meninggal, semangat dan pemikirannya masih sangat energik.

Abdul Malik Fadjar lahir di Yogyakarta pada 22 Februari 1939. Selain sebagai Mendiknas pada Kabinet Gotong Royong pada 2001-2004, beliau juga pernah menjadi Menteri Agama Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999). Terakhir, beliau adalah anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Presiden Joko Widodo sejak 2015.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini