Kunci Ketahanan Negara Hadapi Pandemi Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 07 September 2020 21:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 337 2274095 kunci-ketahanan-negara-hadapi-pandemi-covid-19-MLL4wvK9wN.jpeg Anggota Komisi VII Fraksi Golkar, Dyah Roro Esti (Foto : Fraksi Partai Golkar)

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti membeberkan kunci ketahanan dalam menghadapi pandemi virus corona (Covid-19). Salah satu kunci ketahanan tersebut yakni dari segi kemandirian energi dan riset.

Menurut Roro Esti, negara tidak akan bisa berkembang tanpa kemandirian energi. Ketahanan energi tersebut, sambung Roro, mencakup ketersediaan dengan indikator sumber cadangan energi, kemampuan untuk membeli, adanya kemampuan bertahan untuk jangka panjang, serta adanya akses bagi pengguna energi untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

"Di mana pertumbuhan ekonomi sangat erat kaitannya dengan sektor energy," kata Roro Esti melalui pesan singkatnya, Senin (7/8/2020).

Di samping itu, Anggota Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, isu lingkungan juga menjadi perhatian Roro. Menurutnya, dampak lingkungan dan pembangunan berkelanjutan juga merupakan faktor yang patut untuk di perhatikan sebagai langkah untuk melawan pemanasan global.

Roro mengatakan, jika merujuk pada komitmen Indonesia melalui UU Nomor 16 Tahun 2016 tentang Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan Iklim, yaitu dalam mengurangi gas rumah kaca sebesar 29% dan 41% dengan bantuan internasional.

"Dalam kaitannya dengan sektor energi, target ini ditranslasikan dengan meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam Bauran Energi Nasional menjadi 23% di tahun 2025 dalam rangka menjaga ketahanan energi nasional. Penerapan EBT hingga saat ini terus berjalan, dengan optimalisasi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)," ucapnya.

Di sisi lain, kemandirian riset dalam penanganan dan ketahanan negara menghadapi Covid-19, Roro menyatakan bahwa dalam penanganan Covid-19 dari segi vaksin dan alat kesehatan, dirinya beserta Komisi VII DPR RI terus mendorong dan mendukung pengembangan produk inovasi dalam negeri.

Hal itu didorong agar Indonesia tidak harus impor dan tergantung dengan produk luar negeri, seperti dukungan kepada Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk memproduksi vaksin yang sesuai daripada karakter virus yang di temukan di Indonesia.

Roro Esti memaparkan bahwa Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek/BRIN) telah menunjuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai koordinator percepatan pengembangan produk dalam negeri, guna mengatasi wabah Corona Virus Disease (COVID-19) di Indonesia.

Baca Juga : Dapat Bantuan Paket Internet, Khofifah Minta Siswa Tak Lagi Belajar di Warkop

"BPPT memimpin Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan COVID-19 (TFRIC-19), dengan menghasilkan produk inovasi teknologi karya Indonesia dalam mengatasi wabah COVID-19 yang terus merebak," katanya.

Upaya lainnya yang sedang didorong Roro yakni bahwa BPPT melalui Pusat Layanan Teknologi (PUSYANTEK) terus mempercepat tahapan hilirisasi dan komersialisasi rapid test RDT RI-GHA-Covid-19.

"Berita baiknya, produk hasil inovasi konsorsium TFRIC-19 yang diproduksi didalam negeri ini memiliki harga yang lebih ekonomis dan bersaing dengan produk luar namun dengan kualitas yang sama ataupun lebih baik. Harga produk RDT RI-GHA-Covid-19 adalah Rp 75.000,-/ kit," ucapnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini