Satgas: Lindungi Keluarga Berisiko Tinggi Terpapar Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 07 September 2020 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 337 2273918 satgas-lindungi-keluarga-berisiko-tinggi-terpapar-covid-19-JYFpHaqKSx.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Akmal Taher mengingatkan untuk selalu melindungi keluarga dengan high risk atau risiko tinggi terpapar Covid-19. Meski, dalam suatu daerah penyebaran Covid-19 dari klaster keluarga berbeda-beda.

Sebab, ketika mendengar satu keluarga menjadi korban Covid-19, seharusnya menjadi perhatian oleh masyarakat akan potensi terjadinya klaster keluarga.

“Saya kira sebenarnya walaupun barangkali angka klaster keluarga di daerah yang berbeda-beda, tapi kita sering mendengar kan kalau ada orang sakit kemudian ada ceritanya tuh, kalau istrinya atau anaknya (terpapar Covid-19). Artinya, terjadi sebenarnya klaster keluarga. Sebenarnya ini sangat penting untuk mengingatkan lagi. Walaupun sebenarnya secara lukis, sebenarnya mestinya orang sudah nangkep. Itu barangkali berkaitan dengan persepsi tadi,” ungkap Akmal dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (7/9/2020).

Baca Juga: Waspada! Transmisi Penularan Covid-19 dari Klaster Keluarga 

“Karena sebenarnya kan kita selalu mengatakan kalau kita di luar kita suruh jaga jarak, kita pakai masker dan sebagainya. Itu artinya di rumah misalkan saja ada kecurigaan atau katakan saja orang yang ke kontak erat dan sebagainya mestinya kan kalau dia persepsinya betul, dia akan menjaga,” tambah Akmal.

Hal ini, kata Akmal seharusnya juga menjadi pengingat untuk selalu menjaga dan melindungi anggota keluarga yang menjadi high risk atau risiko tinggi dengan penyakit penyerta tidak terpapar Covid-19. “Apalagi, kalau di rumah itu ada yang high risk. High risk itu orang atau risiko tinggi, orang usia lanjut, orang dengan diabetes, orang dengan hipertensi. Kemudian, kita akan jaga,” tuturnya.

Apalagi, orang yang memiliki penyakit penyerta ini lebih mudah terpapar Covid-19. Bahkan, angka kematian akibat Covid-19 pada kelompok ini lebih tinggi. “Supaya karena apa? Karena statistik ini memperlihatkan bahwa orang-orang dengan penyakit penyerta atau komorbid ini memang mendapat infeksi lebih mudah dan jumlah angka mortalitas atau meninggalnya lebih tinggi,” jelas Akmal.

“Oleh karena itu, mestinya begitu kita punya orangtua di rumah dan sebagainya sangat menjaga atau sebaliknya. Dan sebaliknya artinya apa? Artinya kita bisa menjaga kalau masih ada di rumah itu memang terpaksa harus keluar rumah untuk alasan mencari alasan ekonomi dan sebagainya enggak bisa dihindari itu yang mestinya dijaga. Supaya enggak langsung ketemu dengan orang-orang yang high risk seperti ini,” tambah Akmal.

Baca Juga: Berikut Sebaran 196.989 Kasus Corona di 34 Provinsi 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini