Cegah Peningkatan Stunting Anak, PKJS UI Minta Harga Rokok Dinaikkan

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 05 September 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 337 2273072 cegah-peningkatan-stunting-anak-pkjs-ui-minta-harga-rokok-dinaikkan-Dzr46fhit6.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) Renny Nurhasana, mendorong agar harga rokok dinaikkan demi mencegah peningkatan perokok terhadap anak.

Menurutnya rendahnya harga rokok menjadi penyebab utama banyaknya anak-anak yang merokok.

"Harga rokok masih murah itu masih terjangkau anak mendorong konsumsi yang naik untuk anak-anak," kata Renny saat diskusi dalam 'Polemik Trijaya bertajuk Pandemi, Harga Cukai dan Naiknya Perokok Anak' yang disiarkan secara daring, Sabtu (5/9/2020).

BACA JUGA: Bisa Berdampak Stunting, DPR Minta Aktivitas Merokok di Keluarga Dikurangi

Dia mengatakan, selain harga, teman sebaya juga menjadi faktor kedua yang menyebabkan anak mencoba untuk merokok. Bahkan orang tua cenderung kalah pengaruh dibanding rekannya sendiri.

"Teman sebaya bahkan mengalahkan ibunya sendiri yang mendorong seorang anak merokok," ujarnya.

BACA JUGA: Pemerintah Berupaya Turunkan Stunting di Tengah Pandemi Covid-19

Karena itu menurut Renny kenaikan harga rokok merupakah salah satu kunci yang bisa dilakukan agar menekan peningkatan perokok anak tersebut. Hal itu pula yang dilakukan berbagai negara di dunia meski kenaikan harga rokok tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

"Kalau kita lihat pakai data bahwa di berbagai negara lain sudah efektif. Kalau Thailand membutuhkan 10 sampai 20 tahun untuk harga rokok 50 ribu per bungkus, Australia butuh 40 tahun untuk 200 ribu harga rokok, ah untuk Indonesia seperti apa tapi negara lain demikian," tandasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini