KPK Panggil Ulang Wali Kota Bandung Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Lahan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 04 September 2020 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 337 2272502 kpk-panggil-ulang-wali-kota-bandung-terkait-kasus-korupsi-pengadaan-lahan-EH94iO7BFJ.jpg Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial, pada hari ini, Jumat (4/9/2020). Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut dijadwalkan ulang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Oded bakal dimintai keterangannya di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung. Keterangan Oded dibutuhkan penyidik KPK guna kepentingan kelengkapan berkas penyidikan Dadang Suganda (DS).

"Hari ini, Jumat (4 /9/2020), KPK juga menjadwalkan pemeriksaan Oded Mohammad Danial. Bertempat di Polrestabes Bandung," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (4/9/2020).

Sebelumnya, Oded Muhammad Danial mangkir alias tidak menghadiri panggilan pemeriksaan KPK, pada Rabu, 2 September 2020. KPK menegaskan bahwa telah mengirimkan surat panggilan terhadap Oded. Surat panggilan itu, telah diterima oleh pihak keluarga Oded.

Selain Oded, KPK juga memanggil 13 saksi lainnya dalam perkara ini. Mereka diantaranya, seorang Ahli Waris yang mewakili Ibu Rumah Tangga, Iis Aisyah; Karyawan Swasta, Dedih; dua orang Petani, Dayat dan Okib; Ibu Rumah Tangga, Iis Amas, Noneng Kurniasih, serta Tini Kurniati.

Kemudian, seorang pedagang, Juju Juangsih; Ahli Waris yang mewakili Petani, Ombik; Wiraswasta, Rasmanah; serta tiga orang Ahli Waris, Eme, Warma, dan Imik. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Dadang Suganda.

"Dalam rangka pengembangan perkara dengan mengumpulkan alat bukti diantaranya melalui pemeriksaan saksi-saksi yang di duga mengetahui adanya perbuatan pidana lain yang di lakukan oleh tersangka DS," pungkasnya.

Dalam perkara ini, Dadang Suganda merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung. Dadang diduga makelar tanah yang mendapatkan keuntungan sekira Rp30 miliar dalam proses jual-beli tanah untuk proyek RTH Bandung.

Atas perbuatannya, Dadang disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelum Dadang, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini. Ketiganya yakni, mantan Kadis Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bandung, Herry Nurhayat (NH); serta dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar (TDQ) dan Kadar Slamet (KS) .

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini