Ini Langkah Pemerintah Kurangi Beban Kerja Tenaga Kesehatan

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 03 September 2020 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 337 2272305 ini-langkah-pemerintah-kurangi-beban-kerja-tenaga-kesehatan-pBEhEgnMfw.jpeg Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)

JAKARTA - Pemerintah akan melakukan beberapa langkah untuk mengurangi beban kerja tenaga kesehatan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, salah satunya adalah dengan mengurangi jam kerja tenaga kesehatan.

“Beban kerja dari tenaga kesehatan kembali perlu dirasionalisasi agar tidak terjadi kelelahan dari para tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit. Baik dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya di fasilitas kesehatan,” katanya saat konferensi pers, Kamis (3/9/2020).

Baca Juga: Satgas Covid-19 Akui Peran Tokoh Agama dalam Pendisiplinan Masyarakat

Selain itu, kata Wiku, harus diberikan remunerasi yang mencukupi. Lalu, menjaga imunitas tenaga kesehatan tersebut dengan cara jam kerja dan suplemen untuk menjaga kesehatan para tenaga kesehatan tersebut.

“Khususnya untuk tenaga kesehatan yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta agar tidak melakukan praktik kontak langsung dengan pasien. Dan memanfaatkan konsultasi dengan telemedicine atau bekerja di dalam tim sehingga bisa ditangani secara bersama-sama dan dibagi bebannya agar tidak membahayakan keselamatan dan kesehatan dari tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Kemudian, dia mengatakan akan dilakukan kategorisasi pasien untuk mengurangi beban kerja. Di mana, beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dapat menangani pasien dengan kondisi ringan hingga sedang.

Baca Juga:  4 Provinsi Jadi Penyumbang 56% Kasus Covid di Indonesia

Ditambahkan Wiku, Satgas terus mendorong agara Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) agar betul-betul dapat merealisasikan redistribusi beban penyiapan fasilitas tempat tidur dari rumah sakit rujukan.

“Agar keadaan ini bisa tertangani. Tapi saat yang sama kita harus memastikan anggota masyarakat agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Sehingga tidak sakit dan tidak membebani pelayanan kesehatan yang ada. Karena jumlah fasilitas pelayanan kesehatan maupun tenaga kesehatan yang ada di Indonesia dalam jumlah yang terbatas,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini