Satgas: Peningkatan Kasus Covid-19 di Jakarta Selaras dengan Jumlah Tes

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 03 September 2020 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 337 2272237 satgas-peningkatan-kasus-covid-19-di-jakarta-selaras-dengan-jumlah-tes-Tjl8TP31ja.jpeg Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan secara umum kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami peningkatan. Dia mengatakan, per 2 September jumlah kasus kumulatif Covid-19 di DKI Jakarta adalah 42.041 dengan kasus aktifnya 21, 57% atau sebesar 9069. Lalu, kasus sembuh 75,5% atau 31741 dan angka kematian 2,92% atau 1.23.

“Dengan angka tersebut DKI Jakarta termasuk ke dalam provinsi dengan kasus sembuh yang tinggi yaitu di atas 75% dan kasus meninggal yang rendah di bawah 3%,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Kamis (3/9/2020).

Wiku membeberkan jumlah kasus tertinggi ada di Jakarta Pusat yakni 9.990 kasus. Sementara yang terendah ada di Kepulauan Seribu dengan 61 kasus. Jumlah kematian kumulatif terbanyak adalah di Jakarta Pusat sebesar 314. Lalu, disusul Jakarta Timur 236, Jakarta Barat 233, Jakarta Selatan 215 dan di Jakarta Utara 167.

Baca Juga:  Klaster Transportasi Umum Melonjak, Doni Monardo: Evaluasi Ganjil Genap!

Sedangkan jumlah kasus sembuh tertinggi adalah di Jakarta Pusat yaitu 7.574. Lalu, Jakarta Selatan 5.265, Jakarta Timur 5.144, Jakarta Utara 5061 dan di Jakarta Barat 4806.

“Dari aspek zona risiko 5 kabupaten/kota di DKI Jakarta masih berada di zona merah atau risiko tinggi yaitu Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Dan 1 kabupaten kota yang berada di zona kuning atau risiko rendah yaitu Kepulauan Seribu,” tuturnya.

Wiku menilai peningkatan kasus di DKI Jakarta selaras dengan jumlah tes di DKI Jakarta. Di mana, sudah melebihi standar WHO yakni 1 per 1.000 populasi per minggu.

“Meskipun angka Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami peningkatan hal ini juga selaras dengan kapasitas pemeriksaan laboratorium yang terus ditingkatkan. Dan sudah melebihi standar minimal WHO yaitu 1 per seribu populasi per minggu,” ujarnya.

Baca Juga:  RSUD Cengkareng & Pasar Minggu Khusus untuk Pasein Covid-19 Pekan Depan

Dia menyebutkan, per 2 September jumlah orang yang diperiksa di DKI Jakarta adalah 652.021. Menurutnya, DKI Jakarta harus tetap menjaga kinerja testing ini agar dapat memantau dan mengetahui jumlah kasus di Jakarta.

“Pemda DKI harus menerapkan dengan ketat penegakan kedisiplinan agar masyarakat mau mematuhi protokol kesehatan. Untuk yang tidak perlu keluar rumah agar tetap di dalam rumah agar tidak timbul penularan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kasus yang tadi kami sampaikan,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini