Mengupas Kecanggihan "Elang Emas", Jet Tempur TNI AU Pengawal Langit Nusantara

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 03 September 2020 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 337 2271917 mengupas-kecanggihan-elang-emas-jet-tempur-tni-au-pengawal-langit-nusantara-N6nHqqMbGI.jpg Tangkapan Layar YouTube

JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kembali kehilangan prajurit terbaiknya. Letkol Pnb Anumerta Luluk Teguh Prabowo, pilot pesawat tempur TNI AU jenis T-50i Golden Eagle yang tergelincir di Lanud Iswahjudi, Jawa Timur, meninggal dunia.

(Baca juga: Pilot Pesawat Tempur TNI AU T-50 Golden Eagle yang Tergelincir Meninggal)

”Almarhum meninggal dunia seusai menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fadjar Adriyanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2020).

Letkol Pnb Anumerta Luluk sendiri lahir di Magetan pada 23 April 1982 dan tercatat sebagai lulusan Akademi TNI Angkatan Udara (AAU) 2003. Almarhum meninggalkan seorang istri Dwi Purwanti dan dua anak yaitu Vandanu Wistara Putra Prabowo dan Nadira Kirana Prameswari.

(Baca juga: Jenazah Letkol Luluk Pilot Pesawat TNI AU yang Tergelincir Dimakamkan di Madiun)

“Negara memberikan penghargaan kepada Luluk ‘Wiggler’ Teguh dengan menaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Letkol Anumerta,” ucapnya.

Sebelumnya, pesawat tempur buatan Korea Aerospace Industries, Korea Selatan ini juga pernah mengalami kecelakaan. Salah satunya saat pesawat tersebut jatuh ketika melakukan atraksi di Gebyar Dirgantara di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Dalam peristiwa itu, dua pilot tempur terbaik Indonesia tewas.

Sekadar diketahui, Indonesia membeli pesawat tempur T-50i Golden Eagle sebanyak 16 unit. Pesawat ini merupakan pesawat latih (trainer) supersonik yang dibuat oleh Korean Aerospace Industri. Pesawat tempur ini akan menggantikan Hawk Mk-53 buatan Inggris, yang berdinas sejak 1970-an di Skuadron Udara 15 Pangkalan Udara Utama Iswahyudi, Jawa Timur.

Beberapa waktu lalu, Okezone berkesempatan menyaksikan demo udara dan peninjauan pesawat tempur T-50i Golden Eagle yang baru dibeli dari Korea Selatan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Saat itu, di Taxi Way Echo Lanud Halim, Jakarta Timur, empat pesawat T-50i Golden Eagle bersama dua pesawat tempur Sukhoi melakukan fly pass.

Performance pesawat T-50i milik TNI AU dengan panjang 43 kaki serta lebar sayap 31 dan tinggi 16 kaki sebenarnya sama dengan pesawat generasi keempat plus, karena spesifikasinya bukan pesawat T-50 biasa tapi sudah spesifikasi pesawat tempur FA-50 yang dikurangi radar udara.

Sepintas T-50i ini mirip dengan F-16 Fighting Falcon. Namun tentu saja, ini dua jenis pesawat tempur yang berbeda. Pesawat generasi keempat modern ini sanggup mengantarkan para penerbang muda TNI AU menjadi Ksatria Pengawal Dirgantara di pesawat-pesawat tempur garis depan kita yaitu F-16 C/D, Sukhoi 27/30 hingga pesawat tempur masa depan generasi 4.5 baik K/IFX buatan Indonesia Korea dan pesawat tempur modern lainnya.

Pesawat tempur ini juga akan dilengkapi radar udara sehingga akan mampu mengubah misi dari latih jet langsung bisa digunakan pada semua misi operasi, baik misi udara ke udara atau udara ke darat baik siang atau malam pada segala cuaca.

Selain itu, pesawat tempur ini dilengkapi dengan sistem avionik digital, persenjataan dan Radar Warning Receivers (RWR) sehingga mampu mendeteksi keberadaan musuh dari segala arah.

Jet tempur T-50i Golden Eagle juga akan dilengkapi dengan persenjataan yang dapat digunakan dalam berbagai misi. Di antaranya AIM-9 Sidewinder, bom MK-82, BDU-33, AGM-65 Maverick, MK-20 Cluster Bomb Unit, dan bom pintar JDAM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini