Jaksa Agung Minta Penyidik Kejati Bali Diperiksa Terkait Eks Kepala BPN Bunuh Diri

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 01 September 2020 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 337 2270576 jaksa-agung-minta-penyidik-kejati-bali-diperiksa-terkait-eks-kepala-bpn-bunuh-diri-nHxxDScpyB.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan periksa penyidik Kejati Bali, lantaran tewasnya mantan Kepala BPN Bali Tri Nugraha yang bunuh diri di dalam toilet Kejati Bali usai diperiksa terkait dugaan kasus korupsi dan gratifikasi.

"Bahwa awalnya pada tanggal 31 Agustus 2020 tersangka Tri Nugraha memenuhi panggilan Jaksa Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaaan Tinggi Bali untuk dimintai keterangan," Kapuspenkum Hari Setiyono dalam keterangannya, Selasa (1/8/2020).

 Baca juga: Eks Kepala BPN Denpasar Tembak Diri di Kejati, Ini Kata Kejagung 

Ia menerangkan, Tri Nugraha datang bersama penasehat hukumnya ke Kejati Bali pada pukul 10.00 WIB dan diterima oleh Jaksa Penyidik Anang Suhartono.

"Setelah pemeriksaan selesai, berdasarkan pendapat tim jaksa penyidik terhadap tersangka disarankan dilakukan penahanan rumah tahanan Negara (Rutan) demi kelancaran, dan efektifitas pemeriksaan dengan mempertimbangkan semua syarat baik obyektif maupun subyektif," jelas Hari.

 Baca juga: Tewas Bunuh Diri, Kasus TPPU Tri Nugraha Dihentikan Kejati Bali 

Kemudian, Tri Nugraha meminta izin untuk beribadah pada pukul 12.00 Wita. Namun, tersangka tak kunjung kembali sehingga penyidik berusaha mencarinya dan mempersiapkan surat perintah penangkapan.

"Selanjutnya sekira pukul 16.00 Wita tersangka Tri Nugraha ditemukan di rumahnya, dan kemudian oleh tim penyidik dibawa ke Kejati Bali guna dilakukan penahanan di Rutan. Setelah tiba di Kejati Bali penyidik langsung melakukan penahanan Rutan dengan mengikuti protokol Covid-19, dan hasilnya nonreaktif," ucap Hari.

Hari melanjutkan, penyidik juga sempat melakukan pemeriksaan kesehatan kepada Tri Nugraha dengan mendatangkan dokter sekira pukul 18.00 WIB. Kemudian, Tri Nugraha yang akan dibawa ke Lapas Kerobokan namun terlebih dahulu meminta izin ke toilet sambil meminta pengacaranya mengambil tas kecil di loker.

"Setelah tas tersebut diserahkan kepada tersangka kemudian tersangka masuk ke kamar toilet, namun sekitar 2 menit berlalu dari dalam toilet terdengar bunyi ledakan sebanyak satu kali dan setelah dilakukan pendobrakan pada pintu toilet diketahui tersangka terluka di bagian dada sebelah kiri dan ditemukan senjata api di dekat tubuhnya," imbuhnya.

Selanjutnya, tim penyidik Kejati Bali melarikan Tri Nugraha ke Rumah Sakit Bros namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia.

"Jaksa Agung memerintahkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan untuk melakukan klarifikasi/pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam insiden itu, untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran SOP atau tidak yang dilakukan oleh tim penyidik Kejatu Bali dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menangani perkara sehingga terjadi peristiwa tersebut," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini