Eks Kepala BPN Denpasar Tembak Diri di Kejati, Ini Kata Kejagung

Erfan Maaruf, iNews · Senin 31 Agustus 2020 23:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 337 2270524 eks-kepala-bpn-denpasar-tembak-diri-di-kejati-ini-kata-kejagung-0w5lu8F1We.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Kejaksaan Agung angkat bicara perihal insiden bunuh dirinya tersangka Tri Nugraha di Kejaksaan Tinggi Bali, terkait dengan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang penyelenggara negara pada kantor Pertanahan Kota Denpasar.

Kapuspenkum Kejagung RI, Hari Setiyono mengatakan kronologi peristiwa terjadinya bunuh diri tersebut. Pada tanggal 31 Agustus 2020 Tersangka Tri Nugraha, memenuhi panggilan Jaksa Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaaan Tinggi Bali untuk dimintai keterangan sebagai tersangka.

Kemudian sekira pukul 10.00 Wita Tri Nugraha datang bersama Penasihat Hukumnya ke kantor Kejaksaan Tinggi Bali, dan diterima oleh Jaksa Penyidik Anang Suhartono beserta Tim Penyidik dan kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka.

Setelah pemeriksaan selesai, berdasarkan pendapat tim Jaksa penyidik tersangka dilakukan penahanan rumah tahanan Negara agar kelancaran dan efektifitas pemeriksaan dengan mempertimbangkan semua syarat baik obyektif maupun subyektif.

Pada sekira pukul 12.00 Wita Tersangka meminta izin kepada Penyidik untuk sholat dan setelah diizinkan Penyidik, ternyata ditunggu cukup lama dan tersangka tidak kunjung datang kembali ke kantor Kejaksaan Tinggi Bali.

Kemudian penyidik melakukan pencarian ke mushola terdekat, akan tetapi tersangka tidak ditemukan. Tim Penyidik melakukan konsolidasi dan sepakat untuk dilakukan penangkapan dengan menyiapkan surat perintah penangkapan.

"Selanjutnya sekira pukul 16.00 Wita Tersangka Tri Nugraha ditemukan dirumahnya dan kemudian oleh Tim penyidik dibawa ke kantor Kejaksaan Tinggi Bali guna dilakukan penahanan Rutan. Setelah tiba di Kantor Kejaksaan Tinggi Bali Tim Penyidik langsung melakukan penahanan Rutan dengan mengikuti protocol covid-19," kata Hari dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8/2020).

Sebelum dibawa ke Rutan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, terlebih dahulu dilakukan rapid tes dan hasilnya non reaktif. Bahwa selain dilakukan pemeriksaan rapid tes dan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter.

Kemudian sekitar pukul 18.20 Wita Tri Nugraha sempat melaksanakan sholat Magrib di ruang Kepala Seksi Penuntutan dilanjutkan dengan berbuka puasa, karena tersangka sedang melaksanakan ibadah puasa sunah.

Selanjutnya sekira pukul 20.00 Wita, ketika tersangka dan tim penyidik dengan pengawalan anggota Polisi Polda Bali hendak berangkat ke Lapas Kerobokan, pada saat keluar dari ruang penyidik tersangka minta izin ke toilet dan meminta kepada pengacaranya untuk mengambil tas kecil yang disimpan di locker.

"Setelah tas tersebut diserahkan kepada tersangka kemudian tersangka masuk ke kamar toilet, namun sekitar 2 (dua) menit berlalu dari dalam toilet terdengar bunyi ledakan sebanyak satu kali dan setelah dilakukan pendobrakan pada pintu toilet diketahui tersangka terluka di bagian dada sebelah kiri dan ditemukan senjata api di dekat tubuh Tersangka," bebernya.

Kemudian dia dievakuasi oleh Jaksa Penyidik dibantu pegawai dan pengawal Kepolisian ke Rumah Sakit terdekat (RS Bros) namun jiwanya tidak tertolong dan meninggal dunia.

"Atas insiden tersebut, Jaksa Agung memerintahkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI untuk melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang terkait dalam insiden itu untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran SOP atau tidak," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini