DPR Imbau Publik Tak Terprovokasi soal Penyerangan Polsek Ciracas

Kiswondari, Sindonews · Senin 31 Agustus 2020 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 337 2269963 dpr-imbau-publik-tak-terprovokasi-soal-penyerangan-polsek-ciracas-Jh8042pa6C.jpg Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (Foto: Okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Azis Syamsuddin mengutuk keras terjadinya perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas oleh kelompok orang tak dikenal yang terjadi pada Sabtu 29 Agustus dini hari. Azis pun mendesak aparat kepolisian menuntaskan kasus tersebut dan mengungkap motifnya.

“Ini merupakan tindakan yang tidak dapat ditolerir dan saya mengutuk keras sekelompok orang tak dikenal tersebut. Polisi harus segera mengusut tuntas sehingga informasi yang beredar di masyarakat tidak simpang siur,” kata Azis dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta dikutip SINDO Media, Minggu (30/8/2020).

Baca Juga:  Selidiki Kasus Perusakan Polsek Ciracas, 12 Prajurit TNI Ditahan di Rutan Guntur 

Mantan Ketua Komisi III DPR itu mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi apalagi terprovokasi sebelum institusi resmi dari pihak kepolisian mengeluarkan pernyataan resminya. Dan para pelaku nantinya diganjar dengan hukuman yang berat agar mendapatkan efek jera.

“Masyarakat dan pihak lain jangan sampai terprovokasi terhadap peristiwa ini. Pihak Kepolisian sedang melakukan penyelidikan, mari kita tunggu hasilnya. Jangan sampai ada massa yang terprovokasi atau memanfaatkan suasana ini,” ujar Azis.

Baca Juga:  Diduga Ada Senpi saat Penyerangan Polsek Ciracas, KASAD: Dugaan Sementara Air Softgun

Selain itu, politikus Partai Golkar itu meminta agar ke depannya pihak kepolisian dapat menambah personel yang melakukan tugas pengamanan pada malam hari di setiap Polsek dan Polres. Hal itu guna mencegah terjadinya kembali peristiwa serupa.

“Kepolisian harus selalu siaga pada malam hari, intelijen kepolisian juga harus sering menyerap informasi dan melakukan deteksi dini. Sehingga upaya preventif dapat dilakukan dan peristiwa ini tidak terulang,” usulnya. (Ari)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini