Cerita Pasien RSD Wisma Atlet Berhasil Sembuh dari Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 29 Agustus 2020 06:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 29 337 2269310 cerita-pasien-rsd-wisma-atlet-berhasil-sembuh-dari-covid-19-1zB1bjdjWb.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Salah seorang pasien Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Ali (bukan nama sebenarnya), berhasil sembuh dari virus corona (Covid-19). Ia dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani perawatan serta isolasi di RSD Wisma Atlet Kemayoran.

Kepada Okezone, Ali berbagi kisah mulai dari dinyatakan positif hingga akhirnya bisa sembuh dari corona. Ali yang merupakan salah satu karyawan swasta di Jakarta, awalnya mengaku memiliki gejala layaknya orang yang terinfeksi virus corona.

Saat itu, sekira pertengahan Juli 2020, Ali sempat merasakan gejala demam tinggi, meriang, radang tenggorokan, pusing, hingga pinggang terasa sangat pegal. Gejala itu mengingatkan Ali  pada tanda-tanda orang yang terinfeksi virus corona. Ia kemudian melakukan rapid hingga swab test.

"Jadi saat saya coba cek rapid test hasilnya (negatif), CT scan (normal), swab (positif) makanya saya langsung minta dirujuk ke Wisma Atlet," kata Ali, Sabtu (29/8/2020).

Setelah terkonfirmasi positif corona, Ali langsung dilakukan perawatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran. Namun, setibanya di RSD Wisma Atlet, gejala yang dirasakan Ali  mulai berubah.

PUPR Siapkan Wisma Atlet Kemayoran untuk RS Darurat Corona

Baca Juga : Bogor Zona Merah Corona, Anak-Anak dan Lansia Diimbau Tidak Keluar Rumah

Yang sebelumnya Ali merasakan demam, meriang, pusing, radang tenggorokan, hilang. Gejala itu berubah menjadi indra penciuman Ali yang mulai hilang hingga merasakan gatal di tenggorokan.

"Nah saat saya sampai Wisma Atlet, gejala itu hilang, tapi berubah dengan penciuman hilang dan gatel tenggorokan," ucapnya.

Ali pun langsung dilakukan perawatan. Ia merasa ada perbedaan perawatan terhadap orang tanpa gejala (OTG) dengan orang yang bergejala di RSD Wisma Atlet. Kebanyakan OTG di RSD Wisma Atlet, kata Ali, hanya menjalani perawatan selama sepekan.

"Sebenarnya prosedur di Wisma Atlet itu 7 hari terapi obat, diswab, lalu ada hasil pulang sekitar 10 hari seharusnya, tapi itu biasa yang pasien OTG. Beda bagi pasien pernah gejala karena virus ini menyerang tubuh dan merusak organ," ujarnya.

Ali yang sebelumnya sempat merasakan gejala, harus dirawat cukup lama di RSD Wisma Atlet. Ia pun sempat mencoba berbagai cara untuk bisa sembuh dari Covid-19. Salah satunya dengan meneteskan minyak kayu putih ke hidung dan lidah.

"Mungkin pernah dengar kalau minyak kayu putih (MKP) bisa mempercepat pulang, dengan masukan tetesan ke lidah dan ke hidung, tapi gagal ternyata bagi rata-rata orang yang pernah gejala," katanya.

Selama di RSD Wisma Atlet, Ali banyak berdiskusi dengan sesama pasien. Mulai dari membicarakan obat yang dikonsumsi, hingga cara agar bisa cepat sembuh. Ia pun membeberkan obat yang dikonsumsi selama dirawat di RSD Wisma Atlet.

"Ternyata di sana saya ngobrol terapi pertama ada minum obat lebih multivitamin dan obat flu seperti fluvir itu diminum 7 hari, biasanya dalam 3x1 hari kisaran obat bisa 5 sampai 7 obat," katanya.

"Nah bagaimana yang belum sembuh atau lebih 2 minggu? biasanya naik level terapi berikutnya yaitu diinfus 5 hari dan minum obat avigan selama 7 hari dengan jumlah obat variasi 8 sampai 5 tablet dalam 3x1 hari," imbuhnya.

Ia mengatakan, obat yang dikonsumsi tersebut sebenarnya bukan untuk menyembuhkan secara langsung virus corona. Obat itu, katanya, hanya untuk meningkatkan daya tahan atau imun tubuh sehingga mampu melawan virusnya.

"Tapi ini (obat) sebenarnya enggak cukup loh karena obat ini hanya membantu tubuh, sebenarnya kata suster di sana, karena ini tidak ada obat, maka imun kita yang membuat antibodi pada diri kita," terangnya.

Lebih lanjut, Ali menceritakan di RSD Wisma Atlet, ia benar-benar melakukan seluruh keperluannya sendiri, mulai dari mencuci baju, hingga membersihkan kamar. Itulah yang dinamakan isolasi mandiri.

"Di Wisma Atlet itu isolasi mandiri, jadi kita yang benar-benar aktif, seperti nyuci baju sendiri, bersih-bersih kamar, samperin suster untuk tensi dan ambil obat," jelasnya.

Setelah menjalani beberapa fase terapi di RSD Wisma Atlet, ia pun kembali dilakukan swab tes. Hasilnya, Ali dinyatakan negatif. Saat ini, Ali sudah beraktivitas kembali. (aky)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini