KPU Minta Medsos Diawasi Ketat saat Masa Tenang Pilkada 2020

Felldy Utama, iNews · Jum'at 28 Agustus 2020 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 337 2269186 kpu-minta-medsos-diawasi-ketat-saat-masa-tenang-pilkada-2020-FxTCNL6hp7.jpg Ketua KPU Arief Budiman. (Foto : Okezone)

JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyebut tahapan masa tenang Pilkada 2020 harus menjadi perhatian yang sangat serius. Biasanya, kata dia, dalam tahapan ini banyak yang memanfaatkan sebagai ajang kampanye di media sosial yang sifatnya privat.

Arief menyampaikan, KPU telah mengatur tahapan masa kampanye Piilkada 2020 akan dimulai sejak 26 September dan berakhir di 5 Desember. Setelah itu, memasuki tahapan masa tenang yang berlangsung selama 3 hari yakni pada 6-8 Desember.

Kendati demikian, ia mengaku khawatir pada tahapan masa tenang itu justru dimanfaatkan mereka untuk melakukan kampanye melalui media sosial yang lebih privat seperti Whatsapp. Oleh karena itu, menurut dia, hal ini perlu menjadi perhatian serius.

"Bukan hanya hoaks, tapi juga mungkin (kegiatan) positif tapi masuk dalam kategori kampanye. Bagaimana cara kita menindaknya? Bagaimana cara kita mengawasinya? Karena ini bukan tidak mungkin ketika kita tidur, kampanye itu berjalan," kata Arief dalam acara penandatanganan Nota Kesepakatan aksi antara Bawaslu, KPU, dan Kominfo yang digelar di Kantor Bawaslu, Jumat (28/8/2020).

Mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Timur (Jatim) itu memandang, hal semacam itu perlu dipikirkan bersama-sama. Menurutnya, perkembangan digital terkadang memang memudahkan, tapi juga terkadang menuntut penyelenggara harus lebih kerja keras lagi.

Baca Juga : Bawaslu Temukan 1.098 Dugaan Pelanggaran di Pilkada 2020

Dia pun bersyukur adanya acara penandatanganan nota kesepakatan aksi bersama antara Bawaslu, KPU, dan Kominfo. "Ini sangat strategis untuk mengawasi dan mengambil tindakan apabila terjadi penggunaan konten internet secara tidak baik," tuturnya.

Baca Juga : Pilkada di Tengah Pandemi, Ruang Kampanye di Medsos Jadi Tantangan Berat Bawaslu

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini