Irjen Napoleon Bonaparte Tak Ditahan, Ini Penjelasan Polri

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 337 2269018 irjen-napoleon-bonaparte-tak-ditahan-ini-penjelasan-polri-kEEyEOYzed.jpg Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono. (Foto : Sindonews)

JAKARTA – Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte rampung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Namun, penyidik tak kunjung menahan jenderal bintang dua korps bhayangkara tersebut. Apa alasannya?

"Ya penyidik tentunya tetap berpedoman kepada KUHAP di sana sudah diatur bahwasannya memang untuk menahan atau tidak seseorang itu ada syarat subjektif dan objektifnya. Tentunya penyidik menimbang itu karena memang pengungkapan kasus korupsi itu tidak mudah ya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Awi membantah Napoleon tidak ditahan lantaran merupakan jenderal bintang dua Polri. Menurut dia, penahanan tersangka merupakan kewenangan penyidik.

Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto : Okezone)

Awi menerangkan, penahanan tersangka seperti Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking, hingga Djoko Tjandra lantaran terlibat dalam kasus penerbitan kasus dugaan surat jalan palsu.

"Murni semua proses penyidikan, semua hak prerogatif. Saya tambahkan, yang sebelumnya kan kasus lain, yang dua tersangka lain itu ditahan karena kasus surat jalan palsu," tuturnya.

Sebelumnya, mantan Irjen Napoleon telah selesai menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Dengan nada suara yang bergetar, Napoleon menegaskan dirinya akan kooperatif dan bertanggungjawab dengan mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku.

"Kepada siapa pun yang masih meragukan integritas saya, hari ini saya berjanji dan memastikan sebagai perwira tinggi Polri saya bertanggungjawab untuk mengikuti seluruh proses penyidikan ini dengan kooperatif," kata Napoleon dengan mata yang berkaca-kaca di lokasi.

Dia pun menegaskan akan tetap setiap kepada pimpinan di Korps Bhayangkara. "Saya akan tetap setia kepada Polri dan pimpinannya," tuturnya.

Baca Juga : Dengan Mata Berkaca-kaca, Irjen Napoleon: Saya Janji Ikuti Seluruh Proses Hukum

Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Mabes Polri telah menggelar rekonstruksi kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra. Rekonstruksi dilakukan di lobi Gedung TNCC Mabes Polri dan Kantor Divhubinter, Kamis 27 Agustus 2020.

Baca Juga : Kejagung Tetapkan Djoko Tjandra sebagai Tersangka Pemberi Suap ke Jaksa Pinangki

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini