Ternyata Ada 15 Nama Berebut Rekomendasi Megawati untuk Pilkada Surabaya

Abdul Rochim, Koran SI · Jum'at 28 Agustus 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 337 2268971 ternyata-ada-15-nama-berebut-rekomendasi-megawati-untuk-pilkada-surabaya-OldQJ5MP0b.jpg Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) memutuskan untuk menunda pengumuman nama calon wali kota dan wakil wali kota yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya, 9 Desember 2020 mendatang.

Saat membacakan nama-nama 4 pasangan calon gubernur-wakil gubernur dan 58 calon wali kota/bupati PDIP pada pengumuman gelombang IV yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (28/8/2020), Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani yang menunjukkan sebuah amplop tertutup berisi nama calon walikota-calon wakil walikota Surabaya.

Namun dengan alasan siaran virtual dengan DPD PDIP Jatim dan DPC Kota Surabaya belum tersambung, Puan kemudian menunda untuk mengumumkan nama yang katanya sudah ada di dalam amplop tersebut.

"Terkait calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah di kota Surabaya ini sudah ada suratnya. Karena belum tersambung, nanti akan diumumkan pada waktu yang akan datang," kata Puan.

Ketua DPR ini hanya menegaskan bahwa PDIP sudah mempunyai nama yang akan dimasukkan sebagai calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah. "PDI Perjuangan siap untuk maju di kota Surabaya," pungkas Puan.

Terkait alotnya pencalonan wali kota dan wakil wali kota Surabaya yang hingga gelombang IV pengumuman nama calon dari PDIP belum juga diumumkan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebutkan bahwa memang PDIP sangat selektif untuk memilih nama-nama yang masuk sebagai calon.

Hasto menyebutkan bahwa ada 15 nama calon yang masuk ke meja Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri untuk dipilih sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya.

"Jadi kalau kita lihat nama di Kota Surabaya ini ada sekitar 15 nama yang telah diproses dan Ibu Ketua Umum dengan mata hati beliau, mengambil keputusan dan beliau memang memiliki hak-hak prerogatif untuk itu. Jadi partai lebih memilih momentum yang tepat dan partai akan melakukan konsolidasi secara bersama," kata Hasto kepada wartawan secara virtual.

Dari nama-nama yang masuk, Hasto menyebut ada nama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi. Selama ini, Eri kerap disebut sebagai "orangnya" Wali Kota Tri Rismaharini. Nama lainnya yang disebut Hasto.

"Tentang Eri Cahyadi, ya kita melihat di dalam proses penjaringan nama dan pemetaan yang dilakukan oleh DPP, nama Mas Eri memang masuk di dalam proses itu. Demikian pula muncul beberapa nama yang lain," tutur Hasto.

Hasto menegaskan bahwa selama kepemimpinan Risma, prestasinya luar biasa dan Surabaya menjadi hijau, indah, sungainya menjadi bersih. Sehingga, wali kota Surabaya ke depan harus bisa melanjutkan apa yang telah dibangun oleh Risma.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini