BNPT: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Masuk Tahap Finalisasi

Riezky Maulana, iNews · Kamis 27 Agustus 2020 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 337 2268681 bnpt-perpres-penanggulangan-ekstremisme-masuk-tahap-finalisasi-BjLgC7HDSX.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Pemerintah terus mewaspadai ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang dapat mengarah pada aksi terorisme. Untuk itu pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tengah mematangkan penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (Perpres RAN PE).

Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral BNPT, M. Zaim A Nasution menuturkan, proses RAN PE saat ini telah mencapai tahap akhir atau finalisasi. Dalam waktu dekat, diharapkan Perpres RAN PE dapat segera diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Proses pembuatan rancangan perpres ini tengah memasuki tahapan finalisasi dan diharapkan dapat segera diberlakukan," tutur Zaim dalam webinar Reorientasi Strategi Penanganan Esktremisme Kekerasan di Indonesia, Kamis (27/8/2020).

Dalam penyusunannya, RAN PE dipastkkan telah melibatkan berbagai macam pihak. Mulai dari akademisi, praktisi, masyarakat, hingga lembaga swadaya mayarakat atau LSM.

Di dalam Pepres tersebut, sebutnya, berisi sekiranya tiga pilar sebagai strategi dan program utama. Pilar pertama yakni Pilar Pencegahan.

"Pilar pencegahan ini mencakup kesiap-siagaan, kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Pilar kedua, yakni penegakkan hukum, perlindungan saksi dan korban aksi terorisme, dan penguatan kerangka legislasi nasional dan ketga pilar kemitraan dan kerjasama internasional," ungkapnya.

Baca Juga : Bareskrim Gelar Rekonstruksi Kasus Djoko Tjandra

Baca Juga : Polri: Banyak yang Tidak Disiplin Laksanakan Protokol Kesehatan

Karena itu, dia berharap agar implementasi daripada RAN PE mendapat dukungan secara keseluruhan dari stekholder terkait. Menurutnya, Pepres RAN PE merupakan aksi nasional penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

"Dalam implementasi RAN PE ini nantinya dukungan dari seluruh pihak terutama masyarakat, praktisi, akademisi, dan organisasi sangat menentukan keberhasilan kita dalam melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan esktremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terotisme. Inj menjadi perhatian dan juga konsen kita bersama," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini