Share

Bio Farma Beberkan Kesulitan dalam Kembangkan Vaksin Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 26 Agustus 2020 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 337 2267979 bio-farma-beberkan-kesulitan-dalam-kembangkan-vaksin-covid-19-o32Sc5TIBS.jpg Ilustrasi (Foto : RFI)

JAKARTA - Manajer Senior Integrasi Riset dan Pengembangan PT Bio Farma, Neni Nurainy mengaku kesulitan dalam mengembangkan vaksin untuk virus corona (Covid-19). Sebab, pengembangan vaksin butuh proses yang sangat kompleks dan cukup lama.

"Untuk pengembangan vaksin itu tidaklah mudah karena ini merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Karakterisasinya sangat-sangat spesifik," kata Neni saat berbincang dalam diskusi daring bertajuk 'Meninjau Kemajuan Pengembangan dan Produksi Vaksin Covid-19 di Indonesia', Rabu (26/4/2020).

Menurut Neni, pengembangan vaksin tidak boleh asal-asalan. Tujuan utama dalam pengembangan vaksin yakni harus aman, dan bisa meningkatkan imun tubuh untuk melawan serangan virus corona.

"Dan ini jangan lupa, goalnya harus menghasilkan vaksin yang aman, imunogenic, dan vaksin ini harus dipenuhi dalam kondisi yang konsisten. dan harus memberikan impact kepada public health," bebernya.

Vaksin yang saat ini sedang digarap oleh Indonesia, kata Neni, sebenarnya prosesnya sangat panjang. Terakhir yang palung penting, harus ada persyaratan dari badan kesehatan dunia (WHO).

"Ini memerlukan proses yang cukup panjang, kareena syarat dari WHO untuk vaksin ini betul-betul ketat jadi kemurniannya harus sangat tinggi," ucapnya.

Menurutnya, regulasi vaksin berbera dengan pembuatan obat. Dimana, regulasi vaksin lebih ketat dibanding obat. Sebab, vaksin akan diberikan kepada orang yang sehat untuk mengebalkan imun tubuh.

"Enggak boleh berubah-rubah, kita harus kunci parameter pada saat proses produksi," imbuhnya.

Baca Juga : Soal Deklarasi KAMI, Megawati: Banyak Banget yang Ingin Jadi Presiden 

Baca Juga : DPRD DKI: Kalau Bioskop Dibuka, Tolong Pertimbangkan Dampaknya!

Sementara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio menjelaskan saat ini memang belum ada vaksin yang benar-bebar ampuh untuk melawan Covid-19. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan saat ini sambil menunggu vaksin berhasil yaitu meningkatkan imunitas di dalam tubuh.

"Pilihannya tidak ada lain selain meningkatkan imunitas masyarakat. Kita harapkan lebih banyak orang yang memiliki kekebalan," kata Amin dalam gelaran diskusi yang sama.

Lebih lanjut, dibeberkan Amin, jika vaksin yang sedang digarap oleh dunia berhasil, maka kemungkinan akan ada minimal 175 juta orang Indonesia yang perlu dilakukan vaksinasi. Oleh karenanya, Amin berharap Indonesia juga bisa berhasil memproduksi vaksin sendiri.

"Di Indonesia membutuhkan jmlah populasi sama dengan 175 juta orang yang harus divaksinasi. ini minimum. kalau satu orang membutuhkan 2 dosis, maka kita butuhkan 250 juta. Apakah kita mau beli dari luar semuanya? belum tentu kapasitas seluruh dunia bisa mencukupi," ucapnya.

"Indonesia harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan vaksin sendiri. maka kami bertekad untuk semuanya memproduksi vaksin merah putih," sambung Amin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini