Polda Metro Dalami Laporan Peretasan 2 Media Daring

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 26 Agustus 2020 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 337 2267785 polda-metro-dalami-laporan-peretasan-2-media-daring-b7ja1aEyCZ.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya mendalami laporan terkait kasus dugaan peretasan terhadap dua media daring yakni Tempo.co dan Tirto.id pada Jumat 21 Agustus 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan yang dilayangkan kedua media tersebut dan akan didalami untuk dilakukan penyelidikan.

"Sementara masih kita dalami, kemarin baru LP-nya masuk, kemudian nanti akan ditangani oleh tim Cyber Krimsus Polda Metro Jaya. Nanti akan dipelajari dulu karena ini masih tahap penyelidikan," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (26/8/2020).

Ke depan, kata Yusri, pihaknya akan memanggil para pelapor untuk dimintai keterangan lebih jauh terkait pertasan tersebut. Termasuk melihat sejumlah bukti yang ada.

Kendati demikian Yusri belum bisa memastikan kapan pemanggilan terhadap para pelapor. Menurutnya kedua pelapor akan dipanggil sesegera mungkin.

Baca Juga : Dibakar Cemburu, Pria Jambret Tas Istri Hanya Ingin Lihat Isi HP-nya

Baca Juga : 19 Pegawai Positif Corona, RSUD 45 Kuningan Ditutup 5 Hari

"Mudah-mudahan kita jadwalkan secepatnya tapi sekarag ini memang laporanya masih kita dalami karena kan ini masalah UU ITE ya di Pasal 32 dimana ada dugaan unsur-unsur menghilangkan kemudian menambahkan bahkan juga mencuri satu data informasi maupun dokumen informasi," tuturnnya.

"Ini mudah-mudahan bisa cepat kita bisa dalami semuanya kita akan panggil semuanya dan kita melakukan penyelidikan," tandasnya.

Sebelumnya, media online Tirto.id dan Tempo.co melaporkan kasus peretasan yang dialaminya itu ke Polda Metro Jaya pada Selasa 25 Agustus 2020. Peretasan tersebut diduga dilakukan untuk pembungkaman terhadap media.

Pemred Tirto.id, Sapto Anggoro mengatakan, ada tujuh artikel berita Tirto.id yang hilang dan diganti tanpa sepengetahuan mereka. Artikel itu tentang Partai Demokrat, penemuan obat Covid-19 yang dilakukan TNI dan BIN, berita kepolisian, hingga drama korea.

Sementara itu, Pemred Tempo.co, Setri Yasra mengatakan profesi pers dilindungi oleh Undang-undang. Maka itu, saat ada pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan yang dimuat, bisa diselesaikan melalui Dewan Pers.

Laporan itu tercatat dengan nomor LP/5037/VIII/YAN.2.5/2020/SKPT PMJ dan nomor LP/5.035/VIII/YAN.2./2020/SKPT PMJ.

Pasal yang dilaporkan adalah Pasal 32 Ayat (1) jo Pasal 48 Ayat (1) UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang perubahan atas UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 18 Ayat (1) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini