Presiden Sebut Rakyat Jadi Korban dari Perizinan dan Tata Niaga yang Tidak Sehat

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 26 Agustus 2020 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 337 2267623 presiden-sebut-rakyat-jadi-korban-dari-perizinan-dan-tata-niaga-yang-tidak-sehat-7OrK36NBKF.jpg Foto: Setkab

JAKARTA- Sektor perizinan dan tata niaga harus menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam aksi pencegahan korupsi. Pasalnya, masalah perizinan dan tata niaga bukah hanya pelaku usaha besar tapi juga mikro dan kecil.

(Baca juga: Jokowi Sebut Tak Mudah Wujudkan Tata Kelola Pemerintah yang Bebas Korupsi)

“Tapi juga pelaku usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Yang jumlahnya lebih dari 60 juta yang menjadi penopang utama perekonomian nasional kita,” katanya saat memberikan sambutan dalam Aksi Nasional Pencegahan Korupsi di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (26/8/2020).

Menurut Jokowi, jika perizinan dan tata niaga tidak sehat maka rakyatlah yang menjadi korban.

“Dan yang menjadi korban akhir tata niaga yang tidak sehat itu adalah rakyat. Rakyat harus menanggung harga yang mahal akibat dari tata niaga tidak sehat,” ujarnya.

(Baca juga: Pernyataan Lengkap Jokowi soal Pembenahan Regulasi hingga Peringati Aparat Hukum)

Oleh karena itu, Jokowi memerintahkan agar perizinan dan tata niaga yang membuka peluang adanya pengambil rente harus dirombak.

“Tata niaga yang memberi kesempatan bagi para pengambil rente harus dirombak. Apalagi tata niaga yang menyangkut pondasi kehidupan masyarakat terutama yang berkaitan dengan pangan obat dan energi,” tegasnya

“Saya ajak bapak ibu bersama kita semua membenahi hal ini, regulasi kita perbaiki, tata kerja birokrasi kita sederhanakan dan transparansikan serta pemanfaatan teknologi informasi, digitalisasi yang mudah diakses rakyat harus terus kita kembangkan,” tutup Kepala Negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini