Sekjen PAN Pertanyakan Klaim Eks Kadernya soal Partai Baru Amien Rais

Kiswondari, Sindonews · Selasa 25 Agustus 2020 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 337 2267229 sekjen-pan-pertanyakan-klaim-eks-kadernya-soal-partai-baru-amien-rais-Vik3g99Wzy.jpg Sekjen PAN Eddy Soeparno (Foto: Okezone)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mempertanyakan klaim eks kader PAN, Agung Mozin yang akan segera merilis partai baru bersama sejumlah mantan pengurus PAN dan juga Amien Rais. Menurut Eddy, Agung Mozin merupakan kader PAN yang dipecat oleh partai.

“Pertama, Pak Agung Mozin itu kan mantan pengurus PAN yang kita keluarkan dan kita berhentikan dari partai, jadi bukan keluar sendiri tapi kami berhentikan. Jadi, perlu dicek juga apakah inofrmasi yang disampaikan Pak Agung Mozin itu valid atau tidak,” kata Eddy kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Baca Juga: Amien Rais dan Eks Kader PAN Targetkan Launching Partai Baru pada Desember 2020 

Eddy pun enggan berandai-andai soal pembentukan partai baru tersebut. Yang jelas, ia melihat, setelah Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kemarin, ada upaya rekonsiliasi dan rekonsiliasi itu dengan cepat terlaksana. Diakui bahwa memang masih ada yang belum bergabung secara penuh atau masih “baper” tetapi, pengurus PAN melihat rekonsiliasi berjalan dan semangat rekonsiliasi itu sangat besar sekali.

“Karena, untuk pertama kalinya partai ini ikut diurus oleh ketum dan dua mantan ketum, Pak Soetrisno Bachir, Pak Hatta rajin dan sangat getol untuk bisa membantu kami ke depannya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR ini meyakini bahwa PAN akan baik-baik saja ke depannya. Andaikata muncul pendirian partai baru di manapun, bukan hanya di PAN atau partai-partai lain, dia melihat itu sebagai hak demokrasi setiap orang dan ia mempersilakan siapa pun yang ingin menyampaikan aspirasinya ataupun mengkanalisasi aspirasi melalui partai baru tersebut.

“Tetapi PAN ini partai terbuka, kita berharap bahwa partai ini akan menyuarakan Islam moderen, moderat. Kita tetap berada di jalur tengah. Sehingga, yang kita harapkan ke depannya suara-suara yang di tahun 2019 sempat berpindah dari PAN itu akan kembali lagi,” tegas Eddy.

“Saya berharap bahwa PAN ke depannya dengan didukung oleh dua ketum bersama-sama ini akan menambah daya juang kita,” harapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini