Kasus Suap, Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia Bakal Dimejahijaukan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 25 Agustus 2020 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 337 2267031 kasus-suap-direktur-pt-humpuss-transportasi-kimia-bakal-dimejahijaukan-IyVEhcQTeT.jpg ilustrasi: shutterstock

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan untuk tersangka Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Taufik Agustono. Berkas penyidikan sekaligus tersangka Agustono sudah diserahkan oleh penyidik ke tahap penuntutan atau jaksa penuntut umum pada Senin, 24 Agustus 2020, kemarin.

"Hari Senin, penyidik KPK telah melaksanakan tahap II (Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti) atas nama tersangka TAG (Taufik Agustono) kepada tim JPU," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (25/8/2020).

Taufik Agustono pun akan segera disidang atas kasus dugaan suap terkait kerjasama pengerjaan pengangkutan atau sewa kapal dalam distribusi pupuk antara Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PT Pilog). Tim Jaksa punya waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan perkara tersebut.

"Dalam waktu 14 hari kerja, tim JPU segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkannya ke PN Tipikor; Persidangan akan dilaksanakan di PN Tipikor Jakarta Pusat," ucapnya.

Dengan demikian, kewenangan penahanan terhadap Taufik Agustono akan dialihkan kepada tim JPU. Agustono bakal dilakukan penahanan lanjutan selama 20 hari sejak tanggal 24 Agustus sampai dengan 12 September 2020. "Terdakwa masih dilakukan penahanan di Rutan KPK Kavling C1," imbuhnya.

Selama proses penyidikan, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 28 saksi. Diantaranya, mantan anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso; mantan Dirut PT Pupuk Logistik Indonesia, Ahmadi Hasan; Dirut PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi; mantan Dirut PT Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman serta mantan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka dalam perkara ini. Keempatnya yakni, mantan anggota DPR Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso; orang kepercayaan Bowo, Indung; Marketing Manager PT HTK, Asty Winastiā€ˇ; serta Taufik Agustono.

Dalam perkara ini, Taufik Agustono diduga bersama-sama dengan Asty Winasti menyuap Bowo Sidik Pangarso dengan maksud tujuan agar PT HTK mendapatkan kelanjutan kontrak kerjasama sewa menyewa kapal. Suap tersebut diberikan kepada Bowo Pangarso melalui Indung.

Asty, Indung, maupun Bowo Pangarso telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam perkara ini. Dalam persidangan, terungkap adanya dugaan pengurusan kontrak sewa-menyewa kapal antara PT HTK dan PT Pilog untuk pengangkutan gas elpiji Pertamina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini