KPK Tambah Personel Buru Harun Masiku

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 25 Agustus 2020 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 337 2266938 kpk-tambah-personel-buru-harun-masiku-nz3XaqVhqS.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menambah personil satuan tugas untuk mencari buronan yakni Harun Masiku. Mantan caleg PDIP itu telah menjadi buronan KPK kurang lebih enam bulan.

"InsyaAllah masih terus dilakukan diinternal, kita coba mengevaluasi kerja dari satgas yang ada, kemungkinan untuk menambah personil satgas ataupun menyertakan satgas pendamping," ujar Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2020).

Nawawi juga mengungkapkan, pihaknya akan terus mencari Harun Masiku melalui koordinasi dengan para penegak hukum lain.

"Kita juga coba terus melakukan koordinasi dengan Polri yang telah menetapkan status DPO terhadap tersangka," ungkapnya.

Diketahui, KPK telah memperpanjang masa pencegahan keluar negeri bagi Harun Masiku selema enam bulan ke depan terhitung sejak Jumat (10/7). Masa pencegahan keluar negeri itu diperpanjang karena KPK tak kunjung menangkap Harun Masiku.

Perpanjangan larangan keluar negeri berlaku terhitung sejak tanggal 10 Juli 2020 dan berlaku sampai dengan enam bulan ke depan.

"Surat permohonan perpanjangan larangan bepergian ke luar negeri tersebut telah KPK kirimkan ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham," jelasnya.

KPK telah menetapkan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih tahun 2019-2024.

Selain Wahyu, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka yakni sebagai penerima Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu yang juga orang kepercayaan Wahyu yakni Agustiani Tio Fridelina, dan sebagai pihak pemberi mantan Caleg dari PDIP Harun Masiku dan pihak swasta Saeful.

Dalam kasus ini, Wahyu meminta kepada caleg PDIP Harun Masiku sebesar Rp 900 juta, agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini