KPK Bakal Telusuri Dugaan Gratifikasi Wahyu Setiawan dari Berbagai Pihak

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 24 Agustus 2020 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 337 2266757 kpk-bakal-telusuri-dugaan-gratifikasi-wahyu-setiawan-dari-berbagai-pihak-GgoICIkyJm.jpg Wahyu Setiawan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menelusuri dugaan gratifikasi yang diterima mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Diduga, Wahyu Setiawan menerima gratifikasi sebesar Rp500 juta dari Dominggus.

Demikian diungkapkan Jaksa Penuntut Umum pada KPK, Takdir Suhan usai mendengarkan pembacaan amar putusan terhadap Wahyu Setiawan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Kita mesti analisa kembali pengetahuan bahwa ada pihak-pihak lain yang juga punya andil dalam pemberian uang kepada Wahyu Setiawan melalui salah satu anggota KPU Tamrin Payopo yang memang sebagaimana fakta sidang tersebut disampaikan uang itu sumbernya dari Gubernur Papua Barat," kata Takdir di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2020).

Baca Juga: Wahyu Setiawan Divonis 6 Tahun Penjara Terkait Suap Harun Masiku

Untuk menelusuri lebih jauh ihwal dugaan gratifikasi tersebut, kata Takdir, pihaknya harus menunggu salinan putusan dari Pengadilan Tipikor. Sebab, nantinya salinan putusan itu akan dianalisa kembali untuk pengembangan perkara.

"Makanya, kami mesti menunggu salinan putusan lengkap untuk kami analisa kembali, untuk menentukan langkah apa yang bisa kami tempuh selanjutnya," katanya.

Takdir mengungkapkan, akan mendiskusikan bersama tim JPU mengenai pengembangan perkara dugaan suap terhadap Wahyu. Terlebih, majelis hakim telah menyatakan, bahwa Wahyu terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp600 juta dari Saeful Bahri untuk memuluskan Pergantian Antar Waktu (PAW) Harun Masiku.

Baca Juga: Majelis Hakim Tak Cabut Hak Politik Wahyu Setiawan

Selain itu, Wahyu juga terbukti menerima gratifikasi sejumlah Rp500 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Uang itu diduga diserahkan melalui perantara Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Muhammad Thamrin Payapo.

"Analisa kembali, karena bagaimana pun kita juga mesti mendiskusikan dengan tim, kemudian kepada penyidik, fakta-fakta hukum apa yang bisa digali, kaitannya dengan isi putusan tadi yang memang sependapat dengan yang disampaikan didalam tuntutan JPU," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini