FSGI Sebut 42 Guru Meninggal Akibat Covid-19

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 24 Agustus 2020 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 337 2266257 fsgi-sebut-42-guru-meninggal-akibat-covid-19-aiKbLkzEjm.jpg SMAN 2 Kota Malang saat menggelar kegiatan belajar-mengajar tatap muka. (Foto : Okezone.com/Avirista Midaada)

JAKARTA – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat bahwa sudah ada puluhan guru yang meninggal akibat terpapar virus corona atau Covid-19.

“FSGI mencatat hingga 18 Agustus 2020 sudah ada 42 guru dan 2 pegawai tata usaha sekolah yang meninggal karena Covid-19,” ujar Sekjen FSGI Heru Purnomo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Heru menuturkan, sebelum pandemi Covid-19 terjadi, Indonesia masih kekurangan pengajar. Karena itulah, jika guru tidak mendapatkan perlindungan maka jumlahnya akan terus berkurang.

“Padahal, sebelum pandemi saja kita sudah kekurangan guru. Kalau para guru tidak dilindungi, potensi penularan Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan akan tinggi jika sekolah dibuka pemerintah daerah tanpa ada persiapan yang matang,” ucapnya.

Dia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, guru-guru yang tertular Covid-19 ini sebagian ada yang melakukan kegiatan di sekolah baik yang melaksanakan pembelajaran daring maupun tatap muka ataupun sekadar piket.

Ia pun mempertanyakan pembelajaran daring harus dilakukan di sekolah, namun ternyata sebagian Pemda mewajibkan guru tetap hadir ke sekolah setiap harinya untuk absen sidik jari.

“FSGI menilai bahwa Pemda sangat kaku memandang beban kerja guru sebagaimana yang diatur pada Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 untuk memenuhi ketentuan 37,5 jam kerja efektif maupun 24 jam tatap muka. Padahal pemerintah melalui Surat Edaran MenPAN-RB Nomor 58 Tahun 2020 telah memberikan kelonggaran bagi ASN untuk melakukan pekerjaannya dengan fleksibilitas dalam pengaturan lokasi bekerja melalui pelaksanaan tugas kedinasan di kantor (work from office) maupun pelaksanaan tugas kedinasan di rumah (work from home) sesuai jenis pekerjaannya,” tuturnya.

Lebih jauh dia menekankan, dalam melaksanakan tugasnya guru berhak memperoleh perlindungan sebagaimana yang diatur pada Pasal 39 UU Nomor 14 Tahun 2005 dan Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017.

Di samping berhak memperoleh perlindungan profesi, perlindungan hukum dan perlindungan hak atas kekayaan intelektual, guru juga berhak memperoleh perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja termasuk perlindungan terhadap risiko kesehatan lingkungan kerja.

Baca Juga : Pemkot Malang Wacanakan Buka Belajar Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19

“Di mana perlindungan ini harus diberikan pemerintah, pemerintah daerah, sekolah, organisasi profesi dan masyarakat. Pada konteks situasi pandemi seperti saat ini, guru-guru harus memperoleh perlindungan dari penularan Covid-19 di lingkungan sekolahnya masing-masing,” tuturnya.

Baca Juga : Siswa SD dan SMP di Kota Serang Mulai KBM Tatap Muka

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini