Mengenang N250 Katotkaca, Pesawat Kebanggaan Bangsa Karya Anak Negeri yang Kini Dimuseumkan

Gunanto Farhan, iNews · Jum'at 21 Agustus 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 337 2265378 mengenang-n250-katotkaca-pesawat-kebanggaan-bangsa-karya-anak-negeri-yang-kini-dimuseumkan-lfP7maykp6.jpg Pesawat N250 yang dibawa menggunakan Truk dari Bandung ke Yogyakarta (foto: Inews)

 YOGYAKARTA - Pesawat N250 Gatotkaca yang merupakan karya Presiden ke-3 RI, BJ Habibie pernah menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Kini, pesawat tersebut hanya tinggal kenangan, harus masuk museum pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, Yogyakarta.

Pesawat buatan bangsa Indonesia tersebut juga memiliki sejarah dengan diterbangkan pertama kali pada saat peringatan Kemerdekaan Indonesia yang ke 50, pada tahun 1995.

Setelah di bawa dari Bandung menuju Yogyakarta dengan menggunakan truk trailer, pesawat N250 Gatotkaca, tiba di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta, pada Jumat, (21/8/2020) pagi.

 N250 Gatotkaca

Pesawat karya mendiang BJ Habibie ini menjadi koleksi yang ke 60 dari berbagai model pesawat yang ada di museum tersebut. Selain juga pesawat ini sangat canggih di zamannya, seperti kemudinya sudah mengunakan berbagai sensor elektronik.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto, menyatakan, dimuseumkannya pesawat N250 Gataotkaca tersebut, merupakan gagasan Panglima TNI Marsekal Hadi Cahyanto, dengan harapan masyarakat dapat melihat secara langsung pesawat buatan bangsa Indonesia tersebut.

Pesawat ini mempunyai nilai sejarah dengan diterbangkan pertamakali pada saat peringatan kemerdekaan indonesia yang ke 50 pada tahun 1995 lalu. “Pada masanya, pesawat karya almarhum BJ Habibie ini juga merupakan pesawat yang canggih, dan murni buatan anak bangsa,” kata Fajar Adriyanto.

 gATOT kACA n250

Sementara itu, Fajar Adriyanto menambahkan bahwa sesuai dengan namanya, N250 tersebut, menunjukkan bahwa pesawat ini dari kata N yang berarti Nusantara, dimana pesawat merupakan buatan industri pesawat terbang Nusantara, sedangkan 250 menujukkan bahwa pesawat bermesin 2 dengan kapasitas 50 penumpang.

Kenapa harus dimuseumkan, menurut Fajar ini menjadi kebanggaan dan agar masayrakat tahu bahwa bangsa Indonesia itu pernah berjaya di bidang kedirgantaraan. “Ini akan kami tempatkan di paling depan musem, agar masyarakat bisa tahu dan melihat langsung pesawat buatan anak negeri ini,” tuturnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini