Refleksi HUT Ke-75 RI, Kabareskrim: Indonesia Harus Bangkit di Tengah Pandemi Covid-19

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 17 Agustus 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 17 337 2263439 refleksi-hut-ke-75-ri-kabareskrim-indonesia-harus-bangkit-di-tengah-pandemi-covid-19-XMIXbfKMYA.jpg Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia harus direfleksikan untuk memperkuat serta menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Menurut Listyo, momentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75 dewasa ini harus berlandaskan semangat kebangkitan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan cita-cita 'Indonesia Maju'.

"Semoga peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 Tahun 2020 ini dapat menjadi momentum semangat kebangkitan masyarakat dan bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Maju," kata Listyo kepada Okezone, Senin (17/8/2020).

Adapun peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75 ini pun terbilang berbeda. Mengingat saat ini, Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19 atau virus corona yang memiliki dampak pada tatanan sosial dan sektor perekonomian bangsa.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo

Ia mengatakan, semangat kebangkitan persatuan dan kesatuan elemen bangsa Indonesia menjadi kunci agar Indonesia bisa merdeka dan segera bangkit dari ancaman keterpurukan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Listyo memastikan pihaknya akan ikut mengawal program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) demi memulihkan perekonomian masyarakat di masa pandemi virus corona.

"Mari kita bersama-sama mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bangsa Indonesia untuk dapat segera bangkit ditengah pandemi global Covid-19," tuturnya.

Lebih jauh Listyo mengatakan, program PEN ini tak bisa hanya dijalankan sendiri oleh pemerintah tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Kebangkitan perekonomian Indonesia harus dilakukan dengan cepat agar kembali pulih atau normal seperti sediakala.

"Sebagaimana Bapak Presiden (Jokowi) pernah menyampaikan bahwa saat ini bukan negara besar mengalahkan negara kecil, akan tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat," tutur Listyo.

Dalam semangat HUT Ke-75 RI, kata dia, Bareskrim Polri juga membentuk Satgas PEN yang dipimpin Dirtipidkor sebagai Kasatgas.

"Pembentukan Satgas PEN dilakukan dalam rangka mengawal kebijakan pemerintah yaitu program pemulihan ekonomi sejalan dengan tema kebijakan fiskal 2021: ‘Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi’," tuturnya.

Pembentukan Satgas PEN itu sekaligus menjawab pernyataan Presiden Jokowi yang telah mengingatkan bahwa di situasi pandemi Covid-19 ini harus melakukan lompatan besar untuk menjadikan momentum kebangkitan baru bangsa Indonesia.

"Tentunya hal ini menjadi semangat bagi Polri khususnya Bareskrim untuk mengawal semua program kebijakan pemerintah agar kita dapat segera menemukan solusi untuk keluar dari segala permasalahan akibat pandemi Covid-19," ujar Listyo.

Satgas PEN Bareskrim Polri ini nantinya memiliki misi untuk mendukung dan memastikan program tersebut terlaksana dengan baik, benar, tepat sasaran, dan akuntabel. Selain itu, peran lainnya adalah melakukan sinergitas dengan aparat penegak hukum (APH), BPK, BPKP.

Kemudian, memperkuat Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Kemeterian atau Lembaga dalam melaksanakan pengawasan program pemulihan ekonomi hingga tingkat daerah.

"Selain itu juga melakukan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam hal pertukaran data/informasi untuk asistensi, serta juga melakukan upaya deteksi pencegahan apabila ada penyimpangan. Upaya penegakan hukum tetap dilakukan namun hal tersebut adalah upaya paling akhir apabila ditemukan indikasi kesengajaan dalam perbuatan penyimpangan," tutur Listyo.

Baca Juga : JK: Tantangan saat Ini Melepaskan Bangsa dari Covid-19!

Hingga saat ini, Satgas PEN telah terbentuk di tingkat Mabes Polri dan Polda jajaran dan telah melakukan upaya-upaya mendukung pelaksanaan program pemulihan ekonomi dengan melakukan upaya sosialisasi, konsultasi, asistensi, identifikasi masalah, pengawasan bersama, menyusun mekanisme pengaduan, dan pemetaan area risiko.

Baca Juga : Doa Menag saat Upacara HUT Ke-75 RI

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini