Share

Kisah Misteri Pemindahan Jasad Pahlawan Kompi Gagak Lodra dari Coban Jahe

Avirista Midaada, Okezone · Senin 17 Agustus 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 17 337 2263419 kisah-misteri-pemindahan-jasad-pahlawan-kompi-gagak-lodra-dari-coban-jahe-3zOEvu0SUz.jpg foto: Okezone

MALANG – Ada cerita menarik saat jasad – jasad para pahlawan Kompi Gagak Lodra yang dimakamkan tak jauh dari Wisata Coban Jahe. Dimana saat itu pemerintah berencana memindahkan jasad pahlawan yang tinggal tulang belulang ke taman makam pahlawan di Kota Malang.

(Baca juga: Coban Jahe, Kisah Kelam Pembantaian Gerilyawan oleh Pasukan Belanda)

“Saat itu memang rencananya mau dipindah ke tempat makam pahlawan yang lebih layak, itu tahun 1995-an Semuanya sudah dalam bentuk tulang belulang dan ditaruh di mobil, namun mobil tak mogok nggak bisa jalan,” ujar Juru Kunci Taman Makam Pahlawan Kalijahe, Muhammad Agus Purwanto kepada okezone, pada Minggu petang (16/8/2020).

(Baca juga: Coban Jahe, Kisah Kelam Pembantaian Gerilyawan oleh Pasukan Belanda)

Menurut pria yang akrab disapa Kek Wur ini, keanehan muncul saat tulang belulang itu diturunkan dari mobil, ternyata mesin mobil bisa nyala dan berjalan normal. Padahal saat tulang belulang itu berada di mobil sama sekali tidak bisa nyala.

“Jadi mobil yang digunakan memindahkan itu mogok nggak rusak, artinya beliau – beliau ini memberitahu saya gak mau dipindah, tetap disini saja. Padahal rencananya kan mau dipindah ke Tumpang atau makam pahlawan di Kota Malang,” kisahnya.

Dari sanalah disebutnya, tulang belulang sekitar 38 pejuang tersebut kembali dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalijahe seperti saat ini. Meski dikuburkan secara massal di lahan kecil dengan simbol 15 batu nisan, Taman Makam Pahlawan Kalijahe ini cukup memberikan bukti sejarah pada masyarakat sekitar Kecamatan Jabung bahwa ada pertempuran di tempat yang terpencil, yang memakan banyak korban.

“Biasanya makam pahlawan itu kan beda lokasi dengan tempat gugurnya, tapi disini salah satu taman makam pahlawan yang juga menjadi lokasi gugurnya para syuhada dan sayyidah,” terangnya.

Sekadar kilas balik lanjut Kek Pur, peristiwa pembantaian 38 pejuang di Coban Jahe ini disebabkan adanya ‘pengkhianatan’ dua warga Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, yang memberi informasi bahwa ada puluhan pejuang gerilyawan yang tengah beristirahat di lembah sekitar hutan Kalijahe.

“Saat itu memang ada dua orang warga lokal dari Taji pas lewat sini, lalu yang bersangkutan memberikan informasi ke Belanda. Pejuang ini kan sedang istirahat, ada yang sedang mencari makanan di lembah yang dianggap aman, tapi tiba – tiba pukul 11.00 WIB diberondong tembakan dari atas bukit, pertempuran sampai sore pukul 17.00 WIB,” terangnya.

Dari satu Kompi Gagak Lodra yang sekitar berjumlah 40-an orang, hampir seluruhnya gugur, hanya ada satu prajurit bernama Slamet yang bisa melarikan diri dengan selamat.

“Kalau satu kompi ya ada sekitar 40-an, yang selamat melarikan diri satu orang atas nama Pak Slamet saat ini sudah meninggal dunia. Terakhir makam yang saya pindahkan itu ada dua baru, itu ada batu nisannya. Saya pindahkan karena Coban Jahe ramai dan disalahgunakan. Makanya kok kasihan saya pindah,” tuturnya.

“Para pejuang ini gugur dengan kondisi mengenaskan, kondisi bagian tubuhnya tidak utuh, ada perempuan – perempuan yang juga dibantai oleh tentara Belanda, dia itu semacam bidan atau tenaga medis-lah. Ada yang perempuan hamil juga dibunuh dengan bayi diperutnya,” jelasnya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Desa Pandansari Ahmadul Bashori menyatakan untuk mengenang perjuangan para pahlawan, setiap tahunnya di Taman Makam Pahlawan Kalijahe selalu ditempati acara renungan dan doa di setiap tanggal 16 Agustus.

“Setiap tanggal 16 Agustus kita lakukan tabur bunga, khataman alquran, tahlil, dan istighosah, dan malam kemerdekaannya dilakukan renungan malam sambil diskusi kebangsaan,” ucapnya.

“Ini untuk memotivasi pemuda – pemuda agar rasa nasionalismenya terus tumbuh, karena sekarang ini mulai pudar kecintaannya kepada bangsa Indonesia,” tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini