Peringati HUT RI Ke-75, Kopassus Bentangkan Merah Putih di Titik Nol Ciliwung

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 16 Agustus 2020 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 16 337 2263110 peringati-hut-ri-ke-75-kopassus-bentangkan-merah-putih-di-titik-nol-ciliwung-XPcH6iOi30.jpg

BOGOR - Bendera merah putih sepanjang 100 meter dibentangkan di titik nol kilometer Sungai Ciliwung tepatnya Tegala Saat, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengibaran bendera tersebut dalam memperingati HUT Kemerdekaan ke-75 RI.

Pengibaran bendera itu dilakukan oleh Batalyon 14 Grup 1 Kopassus bersama relawan pecinta alam menggunakan dua rakit dari tepian hingga ke tengah telaga. Lagu kebangsaan Indonesia Raya pun diputar selama prosesi pembentangan bendera itu.

BACA JUGA: HUT 75 RI, Paralayang Indonesia Bakal Kibarkan Merah Putih di Atas Langit

Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Mohammad Hassan mengatakan pembentangan bendera merah putih di Telaga Saat ini sebagai refleksi dari peringatan HUT Kemerdekaan ke-75 RI. Sekaligus, mempromosikan nol kilometer Sungai Ciliwung di kawasan Puncak.

"Kita sama-sama merayakan untuk refleksi HUT RI kita. Ini juga merupakan rangkaian kegiatan Kopassus untuk melakukan kegiatan yang sifatnya kebangsaan dan patriotisme. Sekaligus mempromosikan Telaga Saat ini," kata Hassan, Minggu (16/8/2020).

Ia mengatakan, dulunya saat menjabat sebagai Danrem 061/Suryakencana kondisi Telaga Saat ini memprihatinkan. Sehingga, dirinya dibantu ribuan relawan bahu-membahu membersikan telaga ini.

BACA JUGA: Besok, Teks Proklamasi Tulisan Tangan Soekarno Bakal Ditampilkan di Istana Merdeka

"Pertama saya masuk hanya 20 persen danaunya yang terlihat, sisanya gulma dan pepohonan tidak beraturan. Akhirnya saya bersama teman-teman komunitas dan Pemda sama-sama melakukan pembukaan telaga. Saat itu, saya membawa hampir 1.500 relawan, komunitas dan lainnya mengerjakan telaga saat dengan manual," beber Hassan.

Selain menjadi utama penampungan air Sungai Ciliwung, Telaga Saat ini mempunyai beberapa potensi wisata yang bisa dikembangkan. Seperti adanya kopi Cibulao, konservasi elang Jawa hingga menjadi tempat lintasan burung raptor asal Asia dan Eropa yang akan bermigrasi ke benua Australia.

"Di telaga ini ada konservasi elang Jawa, ada sarang elang Jawa di sini. Kedua setiap tahun setiap bulan Oktober ada burung migrasi ke Australia dari Eropa atau Asia lewat sini sehingga banyak peneliti juga yang datang. Juga ada kopi Cibulao yang sudah terkenal. Itu beberapa potensi wisatanya," jelasnya.

Oleh karena itu, Telaga Saat Ini bisa dikembangkan lebih baik potensi wisatanya oleh masyarakat sekitar maupun Pemkab Bogor. Sehingga, ke depannya diharapkan mampu memberikan dampak yang baik bagi sektor ekonomi maupun konservasinya.

"Saya titip telaga saat ini kepada masyarakat pecinta alam dan juga Pemkab Bogor selaku yang punya wilayah agar bisa bermanfaat untuk masyarakat sini supaya bisa jadi desa wisata," tutup Hassan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini