Pandemi Covid-19, Mendagri: Tidak Ada Ramuan Ajaib untuk Selesaikan Persoalan

Fathnur Rohman, Okezone · Sabtu 15 Agustus 2020 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 15 337 2262842 pandemi-covid-19-mendagri-tidak-ada-ramuan-ajaib-untuk-selesaikan-persoalan-Op6NhOsZKR.jpg Mendagri Tito Karnavian (foto: Okezone.com/Fathnur)

KUNINGAN - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berusha sangat keras untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Tito mengatakan, tidak ada formula yang mudah dalam menyelesaikan krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Menurutnya, pemerintah tengah fokus menyelamatkan sektor perekonomian dan keuangan, sembari tetap menanggulangi virus corona.

"Tidak ada satu formulasi yang bisa menjadi magic potion atau ramuan ajaib untuk menyelesaikan dilematika persoalaan antara kesehatan publik dan menyelamatkan perekonomian dan keuangan," ujar Tito dalam sambutannya, ketika melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2020).

Tito melanjutkan, dalam bahasa Presiden Jokowi ada istilah 'gas' dan 'rem'. Ia menjelaskan, maksud istilah tersebut adalah pemerintah sedang berusaha memulihkan kondisi ekonomi yang terdampak pandemi, namun tetap fokus menanggulangi Covid-19. Sehingga kesehatan masyarakat Indonesia bisa terjaga.

Baca Juga : DKI Jakarta Sumbang Kasus Positif Corona Terbanyak Hari Ini

Baca Juga : Obat Corona dari Unair Diklaim 98% Efektif Lawan Covid-19

"Dalam bahasa Bapak Presiden Pak Jokowi itu istilahnya dengan gas dan rem. Gas itu maksudnya adalah ekonomi. Tapi sebaliknya juga hati-hati dengan rem. Keika ekonomi dipulihkan, digas, harus tetap pada protokol- protokol untuk pencegahan Covid agar terjadi rem tingkat kesehatan tidak memburuk," ujar Tito.

Ia juga berharap agar kepala daerah di seluruh Indonesia, bisa berinovasi untuk terus memutar roda perekonomian sembari tetap mempertahankan kesehatan masyarakat, di tengah pandemi Covid-19.

Tito menyebut, saat ini leadership atau kepemimpinan setiap kepala daerah sedang diuji. Sebab, di masa pandemi seperti sekarang ini, para kepala daerah harus sangat berhati-hati dalam mengambil sebuah kebijakan.

Utamanya, dalam menangani sektor ekonomi dan keuangan. Ia menilai, bahwa pandemi Covid-19 sudah menyebabkan krisis global, dan hal itu sangat berdampak pada perekonomian Indonesia. Dampak ini, kata dia, bahkan dirasakan hingga ke daerah.

"Ini tidak gampang. Ini betul-betul leadership setiap kepala daerah teruji di masa krisis seperti ini. Kapan harus ngegas ekonomi dan keuangannya. Kapan harus ngeremnya," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini