Dokter Meninggal karena Corona, Kali Ini dari Makassar

Riezky Maulana, iNews · Sabtu 15 Agustus 2020 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 15 337 2262838 dokter-meninggal-karena-corona-kali-ini-dari-makassar-SfEE380ksR.jpg Dokter Adnan Ibrahim meninggal dunia karena virus corona (Foto : IDI)

JAKARTA - Kabar duka kembali datang dari tenaga medis di tengah upayanya menangani virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Seorang dokter ahli penyakit dalam di Makassar, Sulawesi Selatan, Adnan Ibrahim meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.

Pejabat Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Abdul Halik Malik menuturkan, almarhum menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat 14 Agustus 2020, di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Dokter Adnan, sebut Halik telah menjalani perawatan secara intensif selama 12 hari.

"Meninggal kemarin sore pukul 17.50 WITA di Rumah Sakit Wahidin. Masuk rumah sakit dan dirawat intensif sejak 3 Agustus 2020. Almarhum positif Covid-19," kata Halik saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2020).

Semasa hidupnya, dokter Adnan, kata Halik sangat aktif di berbagai bidang dan tercatat juga sebagai dokter yang produktif. Menurutnya, dokter Adnan biasa menjalani prakteknya di Rumah Sakit Pelamonia dan Balai Besar Kesehatan Paru Makassar.

"Dokter di RS Pelamonia dan di Balai Besar Kesehatan Paru Makasar. Dokter Adnan meninggal karena Covid-19 di usia yang masih sangat produktif, beliau adalah dokter yang potensial, aktif di berbagai bidang dan berdedikasi tinggi," ujarnya.

Dokter Adnan tercatat sebagai lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) angkatan Tahun 1991. Di angkatannya, almarhum juga terkenal aktif karena menjabat sebagai ketua angkatan.

Halik menuturkan, Dokter Adnan juga tercatat sebagai Ketua Senat FK UGM Tahun 1996. Selain itu, dia sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) selama dua tahun sejak 1995 sampai 1997.

"Juga sebagai Ketua Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Makassar dan pendiri Sekolah Islam Terpadu Al Fatih Makassar," sambunh Halik.

Baca Juga : DKI Jakarta Sumbang Kasus Positif Corona Terbanyak Hari Ini

Baca Juga : Dinkes DKI : Jumlah Tes PCR di Jakarta 4 Kali Lipat dari WHO

Hali menuturkan, PB IDI sungguh kehilangan sosok dokter teladan yang sangat menginspirasi. Inspirasi tersebut, sambungnya, bukan hanya bagi generasi terdahulu, tetapi hingga saat ini, dan bahkan generasi yang akan datang.

"Semoga dokter Adnan Ibrahim khusnul khatimah, Aamiin. Perjuangan dan pengabdiannya akan selalu dikenang. Selamat jalan," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini