Share

Densus 88 Tangkap 72 Terduga Teroris dalam Tiga Bulan

Irfan Ma'ruf, iNews · Jum'at 14 Agustus 2020 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 337 2262298 densus-88-tangkap-72-terduga-teroris-dalam-tiga-bulan-0kfuFixPoP.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan terhadap 72 tersangka kasus tindak pidana terorisme. Penangkapan dilakukan di delapan provinsi di Indonesia selama periode 1 Juni hingga 12 Agustus 2020.

(Baca juga: Densus 88 Tangkap 15 Terduga Teroris di Jakarta & Jabar)

"Densus 88 antiteror Polri berhasil melakukan penegakkan hukum dengan menangkap pelaku sebanyak 72 orang pelaku tindak pidana terorisme dalam rangka preventive strike terhadap pelaku tindak pidana terorisme di delepan wilayah Indonesia," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Awi Setiyono di Mabes Polri, Jumat (14/8/2020).

Dijelaskan dia, penangkapan terhadap terduga 72 teroris tersebut tersebar di delapan provinsi. Delapan daerah tersebut antara lain Sumatera Barat, Bali, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Awi melanjutkan, dalam satu pekan Densus 88 juga berhasil meringkus setidaknya 15 pelaku terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulauh (JAD) dan Muhajidin Indonesia Timur (MIT). Penangkapan dilakukan di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Menurutnya, 15 teroris itu diamankan polisi di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Belasan terduga teroris itu tergabung dalam dua kelompok teroris yang berbeda dan memiliki peran yang berbeda-beda.

"(Tergabung dalam) kelompok JAD pengiriman logistik dan pendanaan kelompok MIT serta fasilitator keberangkatan ke Suriah di wilayah DKI Jakarta dan Jabar," jelas Awi.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Tindak kejahatan terorisme merupakan kejahatan yang luar biasa extra ordinary crime dan kejahatan terhadap kemanusiaan atau trafficking humanity dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Oleh karena itu harus dilakukan upaya-upaya pencegahan, Gakkum maupun identifikasi dan soisalisasi.

"Gakkum terhadap pelaku tindak pidana teroris dilakukan dengan soft approach dan hard approach. Dalam upaya gakkum dilakukan juga preventive strike yaitu penindakan terhadap pelaku tindak pidana terorisme sebagai upaya pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini