Share

Napak Tilas Kemerdekaan RI: Kekecewaan Sjahrir ke Bung Karno Jelang Proklamasi

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 14 Agustus 2020 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 337 2262198 napak-tilas-kemerdekaan-kekecewaan-sjahrir-ke-bung-karno-jelang-proklamasi-dyJlH2sEDZ.jpg Tangkapan Layar YouTube

JAKARTA - Pada 14 Agustus 1945 atau tepatnya 75 tahun silam, menjadi salah satu hari penting dalam tonggak sejarah Indonesia. Kala itu, proklamator Soekarno mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia.

(Baca juga: Lahirnya PPKI, Cikal Bakal Berdirinya Negara Indonesia)

Bung Karno ditunjuk sebagai Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sementara Mohammad Hatta sebagai wakilnya.

Soekarno-Hatta bersama Radjiman sebelumnya terbang ke Saigon, Vietnam pada 11 Agustus 1945. Di sana, mereka bertemu panglima tertinggi pasukan Jepang di Asia Tenggara. Terauchi Hisaichi.

Dalam pertemuan itu, panglima tertinggi pasukan Jepang di Asia Tenggara. Terauchi menjanjikan kemerdekaan bagi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda, termasuk Indonesia.

Sepulang dari Saigon, Bung Karno dimintai sambutan. Dia pun lantas mengatakan bahwa "Jika jagung berbuah, kini dapat saya katakan kepada saudara-saudara, bahwa Indonesia aka merdeka sebelum jagung berbunga".

Adapun keputusan Jepang tersebut tidak terlepas dari dua bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki pada 7 dan 9 Agustus 1945. Kedua bom "little boy" itu meluluhlantahkan Jepang. Kekalahan Jepang juga mengakhiri perang dunia kedua.

Salah seorang sejarawan asal Kota Cirebon, Jawa Barat, Mustaqim Asteja, setelah Sjahrir mendengar berita tentang kekalahan Jepang melalui siaran radio BBC pada tanggal Pada tanggal 14 Agustus 1945, Sjahrir kemudian segera menemui Soekarno untuk meminta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia saat itu juga.

“Sjahrir segera menemui Bung Karno meminta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia saat itu juga,”ujar Mustaqim saat berbincang dengan Okezone, beberapa waktu lalu.

“Akan tetapi Soekarno malah menolak permintaan dari Sjahrir. Penolakan dari Soekarno membuat Sjahrir kecewa,” sambungnya.

Kemudian, Bung Karno dan Hatta melakukan konsultasi pada PPKI guna membahas rencana kemerdekaan Indonesia setelah Jepang menyerah kepada sekutu.

Para tokoh muda itu menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang. Selanjutnya, proses penyusunan teks proklamasi pun dimulai, dengan melibatkan Soekarni, Chaerul Saleh, Eri Sudewo, Johan Nur, dan Abu Bakar Lubis.

Penyusunan teks proklamasi dikerjakan di Asrama Prapatan Nomor 10, Jakarta. Lokasi tersebut memang menjadi tempat para anggota gerakan bawah tanah.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini