Beredar Gambar Peta Jakarta Zona Hitam Corona, BIN: Hoax

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 12 Agustus 2020 19:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 337 2261248 beredar-gambar-peta-jakarta-zona-hitam-corona-bin-hoax-DR2hJwiXrM.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Beredar gambar peta kondisi Covid-19 DKI Jakarta. Di sisi kanan gambar tersebut tertera logo Badan Intelijen Negara (BIN). Adapun DKI Jakarta digambarkan masuk dalam zona hitam.

Dalam gambar itu disebutkan jumlah kasus aktif di setiap kota administrasi DKI Jakarta berada di atas 1.000. Hanya kota administrasi Kepulauan Seribu saia yang jumlahnya hanya 14.

Menanggapi itu, Direktur Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Purwanto membantah mengeluarkan gambar peta DKI Jakarta masuk zona hitam Covid-19. "Hoax," kata Wawan kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

Baca Juga: Wakapolri Minta Penyebar Berita Hoax soal Covid-19 Ditahan 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, pihaknya telah melakukan tes PCR sebanyak 4.936 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 4.117 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 578 positif dan 3.539 negatif.

"Dari 578 kasus positif tersebut, 201 kasus adalah akumulasi data tanggal 10 dan 11 yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 44.936. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 46.360," terangnya.

Sementara itu, penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 578 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 8.925 (orang yang masih dirawat / isolasi).

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 27.242 kasus. Dari jumlah tersebut, 17.349 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 63,7%, dan 968 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,5%.

Baca Juga: Kominfo Catat 1.028 Hoaks Tersebar Terkait Covid-19 

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8,3%, sedangkan Indonesia sebesar 15,5%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini