Share

Saat Bung Karno Kebelet Pipis di Pesawat Pembom Jelang Kemerdekaan RI

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 12 Agustus 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 337 2260947 saat-bung-karno-kebelet-pipis-di-pesawat-pembom-jelang-kemerdekaan-ri-jrmCnkOZZb.jpg Ilustrasi foto:IPPHOS

KEDATANGAN Soekarno, Mohammad Hatta, KRT Radjiman Wedyodiningrat di Dalat, Vietnam pada 12 Agutus 1945 atau tepat 75 tahun silam, membicarakan kemerdekaan RI dengan Marsekal Hisaichi Terauchi, berlangsung alot.

Singkat cerita, Terauchi yang merupakan Panglima seluruh Angkatan Perang Jepang di Asia Tenggara,menjanjikan kemerdekaan yang sangat diharapkan Soekarno Cs. Dalam pertemuan itu, Terauchi menyatakan Jepang ingin melihat Indonesia sudah merdeka pada 24 Agustus.

“Apakah sudah boleh bekerja sekitar 25 Agustus 1945?,” tanya Soekarno setelah dijanjikan soal tanggal 24 Agustus.

(Baca juga: Napak Tilas Kemerdekaan RI: Soekarno-Hatta Tiba di Dalat)

Terauchi memberikan angin segar kepada tiga tokoh tersebut. Tidak menunggu lama, mereka kembali ke Indonesia dengan situasi perjalanan yang tak kurang berbahaya. Apalagi, pesawat untuk mereka pulang lebih memprihatinkan, lantaran hanya diantar pesawat pembom kuno berukuran kecil, tanpa adanya tempat duduk di kabin pesawat.

Namun saat perjalana pulang ke Tanah Air, terdapat sekilas kisah unik, di mana Mohammad Hatta harus terima wajah dan tubuhnya terkena percikan air seni Soekarno!

Dikutip dari ‘Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’, Soekarno yang saat itu kebelet buang air kecil, terpaksa mengucurkan air seninya ke lubang-lubang di ekor pesawat, akibat ketiadaan toilet di pesawat rongsokan itu.

Tanpa disangka, tiupan angin mengempaskan air kencing Soekarno ke seluruh kabin pesawat. “Kawan-kawanku yang malang itu mandi dengan air istimewa,” cetus Soekarno.

Begitu mendarat di Jakarta, Hatta Cs tentu masih dalam kondisi basah akibat air seni “si bung besar” Soekarno.

Terlepas dari itu, ternyata jawaban Soekarno pada para pemuda soal hasil pertemuan dengan Terauchi, tak ditanggapi hangat, hingga terjadi perdebatan antara kaum muda Sutan Sjahrir Cs, yang ingin segera Soekarno memproklamirkan kemerdekaan.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini