Zona Merah dan Oranye Dilarang Menggelar KBM Tatap Muka

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 11 Agustus 2020 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 337 2260577 zona-merah-dan-oranye-dilarang-menggelar-kbm-tatap-muka-KFjAjgIaqY.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka hanya diperbolehkan di zona hijau dan kuning. Dia meminta agar daerah yang masuk dalam zona merah dan oranye tidak membuka sekolah tatap muka.

“Untuk daerah yang merah dan oranye, mohon agar tidak membuka sekolah dahulu. Karena kita perlu belajar bersama-sama dari sekolah yang resiko rendah untuk membuka aktivitas yang potensi penularannya cukup tinggi,” katanya di Kantor Presiden, Selasa (11/8/2020).

Wiku mengatakan, untuk membuka sekolah tatap muka di daerah zona hijau dan kuning pun harus mempersiapkan berbagai hal, meskipun risiko penularan kasus lebih rendah dibanding zona merah dan orange.

“Kembali lagi kami tegaskan daerah-daerah yang bisa membuka aktivitas sekolah adalah zona kuning dan hijau. Dan itu pun dengan berbagai persiapan, simulasi yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Dia menyebut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk pembukaan sekolah tatap muka. Di antaranya satuan pendidikan tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka tanpa adanya persetujuan dari pemda atau kantor wilayah, kepala sekolah, komite sekolah, dan orang tua peserta didik.

“Jika orang tua tidak atau belum setuju maka peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksakan,” tuturnya.

Baca Juga : Surabaya Masuk Zona Oranye Padahal Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Kok Bisa?

Baca Juga : Cabut Gigi Geraham Tanpa Prosedur, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Selain itu yang harus diperhatikan adalah kapasitas sekolah. Dimana jumlah siswa yang ikut belajar tatap muka tidak boleh lebih dari 50% dari kapasitas kelas.

“Pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap dengan syarat 30 sampai 50% dari standar peserta didik per kelas, “ pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini