Mahfud MD: Kita Tak Bisa Menolak Keberagaman, Apalagi Atas Nama Agama

Riezky Maulana, iNews · Selasa 11 Agustus 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 337 2260564 mahfud-md-kita-tak-bisa-menolak-keberagaman-apalagi-atas-nama-agama-EkNTMXcgJg.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman yang ada. Menurutnya, manusia tidak bisa menolak adanya keberagaman karena itu merupakan realitas daripada manusia dan realitas sejarah.

"Keberagaman adalah realitas manusia sekaligus realitas sejarah. Oleh sebab itu kita tidak bisa menolak keberagaman, apa lagi keberagaman yang dipersoalkan atas nama agama. Saya sering mengatakan itu dimana-dimana bahwa justru karena Tuhan maka manusia ini berbeda," mata Mahfud dalam sambutan di webminar Kementerian Perhubungan, Selasa (11/8/2020).

Keberagaman yang ada di Indonesia, kata Mahfud, bukan semata-mata hanya karena perbedaan suku ras, agama, atau bahasa saja. Menurutnya, Identitas keberagaman itu terletak karena ada kesatuan ide, gagasan, dan cita-cita yang sama, yaitu untuk merdeka dan menghapuskan penjajahan di atas dunia.

"Jadi kita bersatu di dalam keberagaman itu karena ide kita sama, gagasan kita sama, yaitu menghapus penjajahan di atas dunia. Kalau kembali ke pembukaan UUD 1945 Alinea 2 dan pergerakkan perjuangan indonesia telah sampailah pada saat berbahagia mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan yang merdeka, bersatu, bwrdaulat, adil, dan makmur. Itu ide kebersatuan kita," ujarnya.

Salah satu sumber kegagalan demokratisasi di berbagai negara Arab, kata Mahfud karena mereka berkehendak membangun negara atas dasar satu paham. Dia pun mencontohkan Suriah dan Irak.

"Di Irak, terjadi perang karena ingin menyatukan paham yaitu paham Sunni. Yaitu sekelompok minoritas ingin memaksa yang syiah ikut. Maka perang terus itu. Di suriah, karena apa? Syiah sedikit, ingin menguasai sunni yang banyak. Itu pecah. Padahal alangkah indahnya jika kita bersatu tanpa membeda-membedakan kelompok paham," tuturnya.

Lantas Mahfud mengatakan, dengan adanya keberagamaan itu merupakan bentuk kekayaan potensial dari Indonesia. Menurutnya, hal itu sekaligus menjadi tantangan tersendiri dalam mengelola Indonesia.

"Kita tentu tidak boleh sekadar terlena dengan pernyataan bahwa perbedaan adalah rahmat. Tetapi harus dapat mengelola perbedaan itu dan betul-betul menjadi rahmat," ucapnya.

Menurutnya, adanya sebuah Rahmat merupakan kenyamanan. Karena, lanjut dia banyak orang yang memiliki segala sesuatu tapi tidak merasa nyaman dan itu akibat tidak memperoleh nikmat dan rahmat.

"Maka banyak orang yang punya kekayaan yang banyak tidak nyaman. Karena tidak ada rahmatnya, tidak ada berkahnya. Itu lah kekayaan koruptor, enggak tenang dia (koruptor)," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini