Surabaya Masuk Zona Oranye Padahal Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Kok Bisa?

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 11 Agustus 2020 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 337 2260557 surabaya-masuk-zona-orange-padahal-kasus-covid-19-masih-tinggi-kok-bisa-K5SoBdVtgq.jpg

JAKARTA - Kota Surabaya saat ini telah masuk ke dalam zona oranye atau zona sedang dalam peta zonasi risiko penyebaran virus Corona (Covid-19). Namun, kasus Covid-19 di Surabaya masih termasuk tinggi dan berkontribusi penambahan kasus terbanyak di Jawa Timur. Bahkan jumlah testing di Surabaya juga masih sedikit.

Menjawab hal tersebut, Juru Bicara sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memaparkan, bahwa dalam menentukan zona risiko suatu wilayah ada 15 indikator.

“Perlu kami sampaikan bahwa dalam menentukan suatu zona dengan metode pembobotan itu didasarkan pada 15 indikator yang terdiri dari tiga kelompok besar yaitu epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan,” kata Wiku dalam Konferensi Pers virtual di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Wiku pun menegaskan bahwa dalam penentuan zonasi juga tidak hanya dari jumlah testing saja. Namun, dari jumlah kesembuhan hingga kematian.

“Jadi tidak hanya dari tes saja, tetapi juga dengan jumlah kasus, jumlah kesembuhan jumlah kematian dan seterusnya,”sambungnya.

Perubahan ini kata dia, tentunya juga karena penanganan kasus di Surabaya semakin membaik. “Dan terlihat memang zonanya sudah berubah dari zona merah jadi oranye. Dan itu terjadi tentunya bukan hanya karena aspek tes saja, tetapi juga penanganan kasus yang sudah mulai membaik.”

Wiku pun mendorong agar Surabaya dan wilayah-wilayah lain agar menjadikan zona hijau. “Dan ini harus didorong terus supaya sudah nya makin lama makin baik untuk menjadi kuning ataupun suatu saat menjadi hijau,” pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini