Sambangi KPK, Zulhas Bersaksi di Sidang Perkara Suap Alih Fungsi Hutan Via Daring

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 11 Agustus 2020 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 337 2260261 sambangi-kpk-zulhas-bersaksi-di-sidang-perkara-suap-alih-fungsi-hutan-via-daring-mFmIf4blU8.jpg Zulkifli Hasan. (Foto : Dok Okezone.com)

JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), tiba-tiba menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada hari ini. Ia datang untuk memenuhi panggilan tim jaksa penuntut umum pada KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Zulhas bakal bersaksi dalam sidang dugaan korupsi terkait ‎pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau, tahun 2014 untuk terdakwa Suheri Terta lewat daring (online). KPK memfasilitasi sidang online untuk Zulhas karena persidangan untuk terdakwa Suheri Terta digelar di Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru.

"Zulhas saksi sidang online Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru (untuk) terdakwa Suheri Tirta," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2020).

Selain Zulhas, tim Jaksa Penuntut Umum memanggil mantan Gubernur Riau, Annas Maamun untuk bersaksi di sidang tersebut. Tim Jaksa KPK memfasilitasi Annas Maamum untuk bersaksi lewat daring dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya, KPK menetapkan Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta dan Pemilik PT Darmex Group atau PT Duta Palma, Surya Darmadi, sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait ‎pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau pada 2014. Selain itu, KPK menetapkan PT Palma Satu sebagai tersangka korporasi yang ikut terlibat dalam kasus ini.

Perkara ini bermula ketika mantan Menteri Kehutanan yang kini menjabat Wakil Ketua MPR, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyerahkan Surat Keputusan Menteri tanggal 8 Agustus 2014 tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan menjadi Bukan Kawasan kepada Gubernur Riau periode 2014-2019, Annas Maamun.

Dalam surat itu, Zulhas‎ membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengajukan permohonan revisi bila ada kawasan yang belum terakomodasi melalui Pemda. Annas pun memerintahkan SKPD untuk menelaah kawasan hutan.

Kemudian, tersangka Suheri Terta mengirimkan surat kepada Annas untuk mengakomodasi perizinan lahan perkebunan milik PT Duta Palma Group‎ yang di antaranya untuk lokasi perkebunan PT Palma Satu, PT Panca Agro Lestari, PT Banyu Bening, dan PT Seberida Subur di daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Annas Maamun kemudian meminta anak buahnya agar permohonan tersebut dibantu dengan membuat disposisi yang isinya memerintahkan Wagub Riau, untuk melakukan rapat bersama. Kemudian, terjadilah pertemuan antara dua tersangka dengan Gulat Medali Emas Manurung untuk membahas permintaan PT Duta Palma Group.

Selanjutnya, Surya Darmadi disinyalir menjanjikan ‎fee Rp8 miliar kepada Annas lewat Gulat Medali Emas agar lahan milik PT Duta Palma Group tidak masuk dalam kawasan hutan. Terjadilah pemberian uang Rp3 miliar dalam bentuk Dollar Singapura dari Suheri Terta kepada Annas lewat Gulat setelah adanya perubahan peta.

Baca Juga : Baru Keluar Penjara, KPK Tahan Petinggi Duta Palma Group

 

Saat ini, perkara tersebut sudah bergulir di persidangan. Suheri Terta didakwa oleh Jaksa KPK telah memberika suap kepada Annas Maamun terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau.

Baca Juga : KPK Panggil 3 Pejabat Duta Palma Group Terkait Suap Alih Fungsi Hutan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini