Share

Napak Tilas Kemerdekaan RI: Soekarno-Hatta Tiba di Dalat

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 11 Agustus 2020 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 337 2260253 napak-tilas-kemerdekaan-ri-soekarno-hatta-tiba-di-dalat-V6og7lHt28.jpg Ilustrasi foto:IPPHOS

KEKALAHAN Jepang oleh sekutu karena dijatuhkannya bom atom di dua kota yaitu Hiroshima dan Nagasaski membuka jalan kemerdekaan Indonesia. Sejumlah tokoh seperti Soekarno, Mohammad Hatta, KRT Radjiman Wedyodiningrat dan lain sebagainya berusaha membawa negeri ini ke gerbang kemerdekaan.

Dikutip dari beragam sumber, ketiga orang tersebut oleh Jepang dianggap sebagai tokoh yang cukup berpengaruh bagi rakyat Indonesia. Selain itu, mereka juga yang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 7 Agustus 1945.

(Baca juga: Soekarno Menagih Janji Jepang Ketika Bom Atom Menghantam Nagasaki)

Sebagai pimpinan PPKI, ketiganya diundang ke Dalat, Vietnam oleh Jepang untuk membicarakan kemerdekaan RI untuk bertemu Panglima seluruh Angkatan Perang Jepang di Asia Tenggara, Marsekal Hisaichi Terauchi.

(Baca juga: Lahirnya PPKI, Cikal Bakal Berdirinya Negara Indonesia)

Ketiganya pun berangkat ke Dalat, Vietnam pada Pada 8 Agustus 1945. Mereka meninggalkan Jakarta pada pukul lima pagi melalui Bandara Kemayoran untuk memulai sebuah penerbangan yang harus dirahasiakan karena bisa saja pesawat yang mengangkut ketiga tokoh itu disergap dan ditembak jatuh oleh pesawat-pesawat sekutu.

Dan benar saja, pada 9 Agustus 1945 Amerika Serikat kembali melakukan penyerangan ke Kota Nagasaki, Jepang ‎ Penyerangan dilakukan dengan menjatuhkan bom atom dari pesawat pengebom milik Amerika B-29 salah satu ke pelabuhan terbesar di Jepang itu.

Nagasaki merupakan kota terpenting pada saat Perang Dunia II. Bom atom diterjunkan Amerika Serikat dan menghancurkan Nagasaksi ‎sebagai bentuk penyerangan. Dalam insiden tersebut tercatat 39.000 hingga 80.000 orang tewas.

Selanjutnya, pesawat yang membawa mereka mendarat di Saigon, Vietnam pada 10 Agustus 1945. Sesampainya di Saigon, ketiga juga belum tahu mengapa dipanggil oleh Panglima Tertinggi Jepang di Asia Tenggara itu. Sehari sesudahnya, pada 11 Agustus 1945 atau tepat 75 tahun silam, ketiga ini diterbangkan ke Dalat, Vietnam. Sesampai di sana, mereka menginap lagi semalam.

 

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini