Ketua Satgas Covid-19: Kesadaran Masyarakat Pakai Masker Kurang dari 50%

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 10 Agustus 2020 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 337 2259534 ketua-satgas-covid-19-kesadaran-masyarakat-pakai-masker-kurang-dari-50-2aYTmAjueT.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo mengatakan saat ini kesadaran masyarakat untuk memakai masker kurang dari 50%. Padahal, masker menjadi salah satu hal terpenting untuk mencegah terpaparnya Covid-19.

“Saya hanya bisa menyampaikan penekanan adalah bagaimana kita semuanya mampu mempengaruhi masyarakat untuk patuh kepada protokol kesehatan. Masker yang sudah dibagikan oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota termasuk juga oleh sejumlah komponen masyarakat yang ada di daerah yang telah berpartisipasi, jumlahnya sudah cukup memadai,” kata Doni secara virtual, Minggu (9/8/2020).

Doni mengatakan, saat ini 90% masyarakat tahu bahwa masker adalah salah satu cara paling ampuh agar tidak tertular Covid-19. Namun, kurang dari 50% masyarakat yang patuh untuk memakai masker. “Tetapi sekali lagi, kesadaran untuk menggunakan masker ini masih sangat kurang. Padahal 90% masyarakat kita sudah tahu bahwa menggunakan masker adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk menghindari seseorang tertular Covid. Tetapi yang patuh untuk mengikutinya kurang dari 50%,” katanya.

Baca Juga:  Virus Corona Berukuran 0,1 Mikron, Satgas Imbau Pakai Masker dengan Tepat

Saat ini, kata Doni media menjadi komponen utama dalam mensosialisasikan cara pencegahan Covid-19. “Oleh karenanya peran dari seluruh komponen terutama jajaran media yang mana telah kita ketahui 63% program sosialisasi tentang Covid ini akan efektif oleh media. Baik media mainstream, media sosial termasuk juga media luar ruangan.”

Namun, pesan tentang mematuhi protokol kesehatan ini juga harus melibatkan tokoh-tokoh penting di masyarakat agar pesan yang disampaikan dapat diikuti. “Nah, sekarang bagaimana kita bisa menjabarkan kita bisa memperbanyak pesan-pesan penting terutama melibatkan tokoh-tokoh yang ada di daerah. Pilihlah orang-orang yang tepat agar masyarakat patuh. Dibutuhkan figur-figur ketauladanan, dibutuhkan orang-orang yang pantas untuk diikuti nasihat-nasihatnya,” tegas Doni.

Doni pun meyakini masyarakat mampu memilih orang yang tepat sebagai figur dalam program perubahan perilaku untuk mencegah Covid-19. Termasuk juga menggerakkan lebih banyak lagi perempuan. “Biasanya wanita atau perempuan dan ibu-ibu ini justru lebih efektif ketika orang tua berpesan kepada anaknya, kepada mereka yang usianya yang masih lebih muda. Kami yakin ini akan juga sangat efektif," ujarnya.

Baca Juga:  Berita Baik, Dokter di RSUD Bener Meriah Sembuh dari Covid-19

Bahkan, kata Doni termasuk juga anak-anak, terutama pelajar SD juga bisa dijadikan untuk menggerakkan perubahan perilaku untuk menjalankan protokol kesehatan. “Karena biasanya kalau pelajar SD ini sudah memahami tentang apa yang menjadi ketentuan dia akan menyampaikan kepada orangtuanya. Dan ketika orangtuanya tidak patuh atau tidak mau maka anak ini akan menegur orangtuanya," katanya.

“Kita enggak bisa hanya mengandalkan satu dua kelompok saja. Tetapi dari seluruh sektor, dari seluruh penjuru harus kita lakukan memilih orang-orang yang tepat termasuk anak-anak dalam perubahan perilaku ini sangat penting sekali,” tambah Doni.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini