Klaster Corona Perkantoran Bisa Berawal dari Permukiman

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 09 Agustus 2020 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 337 2259213 klaster-corona-perkantoran-bisa-berawal-dari-permukiman-Bty1tbnF6N.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito meminta agar masyarakat terus waspada terhadap penularan virus corona. Terlebih, bagi masyarakat yang berada di zona merah seperti Jakarta.

Menurut Wiku, ada dua klaster yang menjadi penularan virua corona yakni, permukiman dan perkantoran. Namun, sambungnya, penularan paling tinggi terjadi pada klaster permukiman ketimbang perkantoran.

"Klaster kantor sekarang dilihat juga meningkat. Meskipun, kalau dilihat, klaster kantor dengan permukiman sebenernya lebih tinggi penularannya di klaster permukiman," kata Wiku saay berbincang dengan Okezone, Minggu (9/8/2020).

Wiku menduga penyebab tingginya penularan virus corona di klaster perkantoran bermula dari permukiman. Di mana, ada pekerja yang positif virus corona tanpa gejala kontak dengan rekan kerjanya, kemudian menimbulkan klaster perkantoran.

"Jadi kalau permukiman itu kan sudah pasti awalnya dari rumah dan sekitarnya, orang juga kan enggak bisa di dalam rumah terus, mungkin itu penyebabnya sehingga mereka kontak. Itu yang harus dikendalikan. Kantor juga begitu, belum tentu dia kena di kantor, bisa jadi di jalan atau lingkungn rumahnya," beber Wiku.

Baca Juga : Syarat Belajar Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning Covid-19

"Nah giliran kena di jalan atau di rumah, ketika dia bekerja, dia bisa kontak dengan yang di kantor, jadi kena, nah disebutnya karena kena sesama di kantor, jadi klaster perkantoran. Padahal itu bisa jadi yang bawa virus berasal dari klaster permukiman," sambungnya.

Sekadar informasi, penularan virus corona di Jakarta kian hari kian mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan dari Satgas Penanganan Covid-19, ada penambahan sebanyak 686 kasus konfirmasi positif corona di Jakarta per tanggal 8 Agustus 2020. Jakarta menjadi provinsi tertinggi penambahan kasus positif corona.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini