Lonjakan Kasus Corona di Jakarta Catatkan Rekor, Ruang Gerak Harus Dibatasi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 09 Agustus 2020 05:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 337 2259205 lonjakan-kasus-corona-di-jakarta-catatkan-rekor-ruang-gerak-harus-dibatasi-C1Or8OfdMn.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - DKI Jakarta kembali mencatatkan rekor penambahan kasus konfirmasi positif virus corona (Covid-19) tertinggi di Indonesia. Ada penambahan sebanyak 686 kasus positif corona dalam waktu satu hari pada Sabtu, 8 Agustus 2020.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mewanti-wanti pemerintah khususnya Provinsi DKI Jakarta agar hati-hati dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

"Jadi memang, yang harus dilakukan pemerintah DKI, pertama, hati-hati ambil kebijakan, jangan gampangan," kata Hermawan saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (9/8/2020).

Menurut Hermawan, sudah saatnya Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jika tidak, Hermawan memprediksi kasus corona di Jakarta akan terus mengalami lonjakan setiap harinya.

"Menurut saya tiada jalan lain, sebenarnya harus dibatasi ruang gerak. Selama ada ruang gerak, seluruh area dibuka, ini kasus naik terus dan akan selalu terjadi pemecahan rekor nanti secara angka-angka," bebernya.

Baca Juga : Penyandang Tuli Terkendala Akses Informasi di Tengah Pandemi Corona

Hermawan mengaku kerap mengingatkan Pemprov DKI setiap mengambil kebijakan pada saat pandemi Covid-19. Salah satunya, ihwal kebijakan pemberlakukan ganjil-genap di Jakarta.

"Seperti kebijakan ganjil-genap kami sudah mengingatkan, tapi jangan digampangkan. Bahwa kebijakan itu selalu berkonsekuensi apalagi kalau semua area dan sektor kehidupan dibuka, keramaian bagaimanapun kita gunakan protokol kesehatan, tetap resiko penularan itu terjadi dimana-mana," papar Hermawan.

"Jadi, mohon kiranya pemerintah betul-betul tidak gegabah, dengarkan pendapat para pakar, jangan hanya melihat dari sisi ekonomi, karena ini virus sudah menjadi ancaman," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini