Cerita Prabowo saat Partai Gerindra Jadi Bahan Olokan

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Sabtu 08 Agustus 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 337 2259060 cerita-prabowo-saat-partai-gerindra-jadi-bahan-olokan-nsqPqvroPs.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menceritakan pengalaman saat partainya sempat diremehkan beberapa tahun yang lalu. Hal itu disampaikannya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

(Baca juga: Sah! Prabowo Subianto Kembali Menjadi Ketua Umum Partai Gerindra)

"Kalau saya lihat tampang-tampang kalian dari 12 tahun yang lalu kita diremehkan, ya kan dulu ada yang bilang apa itu gerindra, gerindra gerindri ya kan tapi dengan semangat rawe-rawe rantas malang-malang putung," ujar Prabowo dalam sambutannya di lokasi, Sabtu (8/8/2020).

"Dengan semangat tidak mengenal menyerah, dengan semangat kegembiraan, dengan optimisme kita jalan terus dihadang bangkit, dijatuhkan bangkit, dikecewakan senyum, dihina malah kita tenang dan kita optimis selalu," tambahnya.

Namun Prabowo yang juga menjabat Menteri Pertahanan ini mengingatkan semua kadernya untuk tidak angkuh dengan pencapaian partainya saat ini. Dirinya pun berharap dari awal terbentuk, Partai Gerindra bukan hanya sekadar menjadi partai politik biasa.

"Saya berharap dari awal kita bukan jadi partai biasa, kalian tidak boleh jadi politisi biasa, kalian merebut kursi politik bener harus ekse legislatif. Untuk apa? untuk membuat perubahan demi perbaikan (untuk) rakyat, demi membangun kekuatan bangsa Indonesia," jelasnya.

Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu juga menegaskan bahwa sebuah partai bukanlah sebuah perusahaan. Dirinya percaya para kader hingga pentinggi partai Gerindra masuk secara sukarela dan tulus ingin membesarkan partai lebih baik.

"Karena itu jangan ada yang meragukan semangat demokrasi partai ini kalau kita melaksanakan kongres singkat dan efisien dengan tidak bertele-tele, tidak berarti bahwa kita tidak menyerah dan tidak mendengar dan tidak menghormati aspirasi dari bawah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini