Satgas Covid-19 Tegaskan Thermometer Gun Tidak Sebabkan Radiasi

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 07 Agustus 2020 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 337 2258786 satgas-covid-19-tegaskan-thermometer-gun-tidak-sebabkan-radiasi-GCpQ6u9J8v.jpg Warga dicek suhu tubuhnya menggunakan thermometer gun. (Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, dr Shela Rachmayanti menegaskan, penggunaan thermometer gun tidak menyebabkan radiasi. Hal ini menjawab pertanyaan yang akhir-akhir ini viral bahwa thermometer gun bisa menyebabkan radiasi dan berbahaya bagi otak maupun saraf manusia.

“Termometer ini tidak mengeluarkan sinar yang bisa mengeluarkan radiasi, jadi tidak berbahaya. Tidak berbahaya untuk otak ataupun untuk saraf-saraf yang ada di mata,” tutur Shela dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Namun, Shela mengatakan, jangan sampai salah penggunaan thermometer gun ruangan untuk mengukur suhu tubuh manusia. “Saya berikan contoh thermometer gun yang digunakan yang memang telah diujikan secara medis bahwa aman dan bisa mendeteksi secara akurat,” katanya.

“Jangan sampai ketukar dengan thermometer gun yang digunakan untuk pengukuran suhu ruangan. Biasanya tuh warnanya oranye dan hitam kalau tidak salah untuk yang pengukur suhu ruangan,” ucap Shela.

Ia menjelaskan apa bahayanya jika salah penggunaan dalam thermometer gun ini. “Nah bahayanya apa nih kalau kita sampai salah menggunakan atau salah memilih thermo gun. Bahayanya adalah kita jadi tidak bisa mendeteksi suhu tubuh yang sebenarnya,” ujarnya.

Itu karena, jelas dia, thermo gun untuk ruangan bukan untuk tubuh sehingga akurasinya lebih rendah.

“Akibatnya suhu kita normalnya 36,5 misalnya, jika tidak sesuai atau thermometer untuk ruangan itu bisa mencapai 3,4 atau mungkin 3,2 derajat Celsius. Itu yang bahaya,” katanya.

Baca Juga : Pakar Satgas Covid-19 Jelaskan Pentingnya Cek Suhu Tubuh saat Pandemi

“Ini yang sangat sangat perlu diperhatikan karena kalau orang yang misalnya harusnya panas kemudian diperiksa dengan alat yang tidak tepat atau tidak sesuai akhirnya dia lolos. Dan orang tersebut bisa masuk ke ruangan atau ke public space sehingga bisa menyebabkan infeksi, potensi infeksi Covid-19 semakin meningkat,” tutur Shela.

Baca Juga : Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning Corona

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini