Pandemi Covid-19, Sidang Tahunan MPR Digelar 14 Agustus & Peserta Dibatasi

Abdul Rochim, Koran SI · Jum'at 07 Agustus 2020 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 337 2258738 pandemi-covid-19-sidang-tahunan-mpr-digelar-14-agustus-peserta-dibatasi-doRPNhlp5A.jpg Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Abdul Rochim)

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengatakan, pelaksanaan sidang akan dipersingkat. Diperkirakan sebelum Sholat Jumat sudah tuntas. Selanjutnya, setelah Sholat Jumat dilanjutkan dengan Sidang Tahunan dengan DPR untuk penyampaian nota keuangan.

Sebenarnya, sesuai dengan tata tertib MPR, dalam sidang tahunan, semua pimpinan lembaga, seperti MA, MK, KY, BPK, dan lembaga negara lainnya menyampaikan laporan kinerja secara langsung di sidang tahunan. Tapi, karena masa pandemi Covid-19, hal itu tidak dilakukan.

Jadi, kata dia, hanya Presiden Jokowi yang akan menyampaikan laporan kinerja. Untuk laporan kinerja lembaga negara akan sedikit disampaikan presiden. Menurut Bamsoet, laporan kinerja lembaga negara nantinya akan diserahkan ke MPR, kemudian pihaknya akan menyampaikan kepada publik melalui media, baik media massa maupun media sosial.

Mantan Ketua DPR ini menjelaskan, setelah pelaksanaan Sidang Tahunan MPR, pihaknya akan mendatangi dan meminta pimpinan lembaga negara membacakan laporan kinerjanya untuk direkam. Rekaman inilah yang akan dipublikasikan secara daring oleh MPR.

"Kita mendorong pimpinan lembaga negara bisa menyampaikan secara langsung laporan kinerjanya kepada masyarakat. Lembaga negara yang belum bisa memberikan laporan kinerjanya secara langsung pada Sidang Tahunan MPR RI akibat Covid-19, dapat disampaikan secara daring, tanpa mengurangi substansi laporan kinerja lembaga negara yang dibacakan Presiden dalam Sidang Tahunan MPR," kata Bamsoet.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, dia tidak ingin sidang tahunan hanya formalitas belaka. Menurutnya, rapat tersebut harus dimanfaatkan dengan baik untuk menyampaikan laporan kinerja yang ditunggu masyarakat. “Disampaikan dengan baik sehingga bisa diterima publik,” tuturnya.

Hidayat mengingatkan bahwa laporan kinerja bukan disampaikan kepada MPR, tapi ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia sehingga rakyat Indonesia bisa menyaksikan dan mendengar laporan kinerja yang nantinya disampaikan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini